Tampilkan postingan dengan label NININ ANGGRAENI FATLIN 15. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NININ ANGGRAENI FATLIN 15. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2013

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN “REFLEKSI”


MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
“REFLEKSI”


OLEH  :
                     
                   Nama        : Ninin Anggraeni Fatlin
                   Nim          : 105400417510
                   Kelas        : V. A
                   No. Urut   : 15

Jurusan PGSD S1 2010
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Makassar

KATA PENGANTAR
Al-hamdulillah puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah Swt karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini sebagai tugas dari mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan dapat terselesaikan. Shalawat serta salam tak lupa saya kirimkan kepada Nabiullah Muhammad SAW.
Makalah ini selesai dengan bantuan banyak pihak. Oleh karena itu penyusun menyucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman serta dosen mata kuliah yang telah memberikan banyak masukan dan saran yang berguna bagi pembuatan makalah ini.
Dengan segala kerendahan hati, penyusun menerima saran dan kritikan dari semua pihak yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua.  Amin.

Makassar,   Januari 2013


                                                                                                            Penyusun
           




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...............................................................................          i
DAFTAR ISI ..............................................................................................          ii
BAB I Pendahuluan ....................................................................................          1
A.    Latar Belakang .........................................................................          1
B.     Rumusan Masalah ....................................................................          2
BAB II Pembahasan ...................................................................................          3
A.    Refleksi ....................................................................................          3
BAB III Penutup ........................................................................................          7
A.    Simpulan ..................................................................................          7
B.     Saran ........................................................................................          7
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................          8








BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Seorang guru harus memiliki empat kompetensi utama yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional. Salah satu aspek kompetensi pedagogik adalah guru mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Guru juga harus memiliki kompetensi profesional yaitu mampu mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif melalui penelitian tindakan kelas.
Penelitian Tindakan Kelas pada dasarnya merupakan kegiatan nyata yang dilakukan guru dalam rangka memperbaiki mutu pembelajaran di kelasnya. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan melalui proses pengkajian masalah pembelajaran didalam kelas melalui refleksi diri sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana serta menganalisis setiap pengaruh dari adanya perlakuan tersebut. PTK dimulai dari tahap perencanaan setelah ditemukannya masalah dalam pembelajaran, dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan dengan cara mengkaji permasalahan-permasalahan atau kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam pembelajaran. Setelah itu mencari perbaikan dan merencanakan program pembelajaran yang dapat memperbaiki dan memecahkan masalah. Kemudian melaksanakan  program tersebut secara sistematis dan empiris.
Oleh sebab itu guru harus melakukan refleksi diri untuk mengetahui apakah sudah melaksanakan tugasnya secara maksimal karena guru perlu memahami bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah mendidik, mengajar, dan melatih siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi siswa dalam kehidupannya. Guru juga dituntut mampu menguasai bidang studi yang diampuhnya dan mengajarkannya kepada siswa secara professional, maka guru harus melakukan penilaian terhadap kinerjanya sendiri, terutama dalam pembelajaran di kelas sehingga dapat mengetahui bahwa pembelajarannya perlu diperbaiki kualitasnya.
Dengan demikian, guru akan dapat berusaha melakukan perbaikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif yaitu guru yang selalu mencari dan menemukan hal-hal baru untuk kepentingan kualitas pembelajaran di kelas. Kemampuan tersebut dapat dilihat dari upaya guru dalam melakukan perbaikan kualitas proses pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan cara merefleksi diri.
B.   Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai  apa yang dimaksud dengan refleksi?

BAB II
PEMBAHASAN
A.      Refleksi
Kegiatan refleksi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilaksanakan sebab akan mengontrol tindakan guru, guru dapat melihat apa yang masih perlu diperbaiki, ditingkatkan atau dipertahankan. Merupakan kegiatan yang perlu dilakukan ketika guru sebagai praktisi lapangan telah selesai melakukan tindakan, ini merupakan suatu bentuk dari evaluasi terhadap diri sendiri. Guru menyampaikan segala kegiatan atau pengalaman yang telah dilakukan untuk didiskusikan dengan peneliti, guru menyampaikan segala apa yang telah dirasakan dan meyampaikan sejauh mana progress atau kemajuan dari tindakan yang dilakukannya. (Arikunto,dkk, 2009: 19-20)
Mengemukakan kembali atau melaksanakan lagi apa yang telah dilakukan merupakan kegiatan refleksi. Guru sebagai pelaksana dan peneliti sebagai pengamat diharapkan dapat bekerjasama dengan baik agar dapat terjadi penilaian secara objektif, peneliti merupakan pihak yang sangat berkepentingan karena akan meningkatkan kinerjanya, ini dimaksudkan agar pelaksanaan tindakan dapat dilaksanakan secara alami dan dapat dikelola dengan baik.  Dalam hal ini guru sebaiknya menyampaikan segala yang telah dilaksanakan dengan sebenar-benarnya kepada peneliti sehingga tindakan yang akan diambil selanjutnya dapat sesuai dengan keadaan dan kebutuhan yang ada. (Arikunto,dkk, 2009: 19-20)
Refleksi adalah suatu tindakan  atau kegiatan untuk mengetahui serta memahami apa yang terjadi sebelumnya, belum terjadi, dihasilkan apa yang belum dihasilkan, atau apa yang belum tuntas dari suatu upaya atau tindakan yang telah dilakukan. (Tahir, 2011: 93)
Apabila guru yang menjadi pelaksana PTK sudah mengetahui apa yang terjadi pada fase sebelumnya dan ingin melakukan tindakan berikutnya, maka guru harus memikirkan apa penyebabnya. Contoh refleksi, dari hasil observasi yang telah dilakukan dengan cara pembelajaran secara berkelompok yaitu diskusi antar kelompok, hanya siswa yang dikategorikan tingkat kemampuannya tinggi yang aktif dan berpartisipasi pada saat dilakukan diskusi sementara siswa yang lain tidak memperhatikan dan tidak ikut berpartisipasi dalam pembelajaran. Hasil observasi terhadap proses pembahasan hasil asesmen diperoleh data bahwa siswa kurang aktif berinteraksi terhadap materi pelajaran, dengan temannya dan terhadap guru. Hasil analisis kompetensinya masih rendah belum mencapai tujuan minimal. Respon siswa tidak bisa mengikuti pembelajaran secara optimal dalam waktu singkat, tidak tertarik untuk belajar secara berkelompok karena mereka mengantuk dan tidak mendapat kesempatan untuk berpikir. Dari semua data tersebut, maka guru melakukan refleksi. Seperti diskusi kelompok diubah menjadi diskusi perorangan, dengan lebih banyak memberikan atau menyiapkan pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi dan memberikan tugas sebelumnya kepada siswa yang mengarah kepada pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi, kemudian siswa diberi kesempatan secara bergiliran untuk mengerjakan tugas sekaligus dinilai secara kualitatif dan kuantitatif, hasil asesmen didiskusikan kepada siswa sebelum melakukan pembelajaran berikutnya, kegiatan pembelajaran dirumuskan secara realistis yang mudah diukur. (Tahir, 2011: 93-95)
Refleksi berarti kegiatan yang dilakukan untuk mengingat kembali suatu tindakan yang telah dilakukan dalam observasi. Refleksi mengkaji ulang apa yang telah terjadi atau mempertimbangkan proses, permasalahan, isu, dan kekurangan yang ada atau yang belum tuntas dari strategi penelitian yang telah dilakukan. Refleksi menjadi dasar untuk mengetahui kembali rencana tindakan dengan memperhatikan variasi perspektif yang mempunyai aspek evaluatif bagi peneliti untuk mempertimbangkan atau menilai apakah  dampak tindakan yang timbul sudah sesuai dengan yang diinginkan dan membuat perencanaan kembali. Langkah selanjutnya setelah pelaksanaan tindakan dan observasi merupakan refleksi hasil pengamatan, melalui refleksi maka dapat diketahui atau dipahami kelebihan dan kekurangan yang terjadi dalam penelitian tindakan. (Uno, dkk, 2012: 69)
Kegiatan mengingat, merenungkan, mencermati, dan menganalisis kembali suatu tindakan yang telah dilakukan dalam observasi merupakan refleksi yang dalam penalitian tindakan kelas akan memahami proses, masalah, persoalan dan kendala yang nyata dalam tindakan yang telah dilakukan selama proses pembelajaran. (Asrori, 2009: 54). Dalam melakukan kegiatan refleksi guru selain berperan sebagai peneliti itu sendiri juga harus bekerjasama dengan guru yang sama mata pelajaran namun berbeda kelas atau peneliti dari perguruan tinggi agar refleksi dapat dilakukan sampai pada tahap pemaknaan tindakan dan situasi dalam pembelajaran yang ada sehingga dapat memberikan dasar untuk memperbaiki rencana tindakan yang akan dilakukan selanjutnya. ( Asrori, 2009: 54)
Selama proses pembelajaran berlangsung dalam melaksanakan tindakannya guru dituntut sebagai peneliti tindakan kelas untuk mempertimbangkan kembali pengalamannya merupakan fungsi evaluatif dari refleksi. Dalam melakukan tindakan tentang kendala yang dihadapi yang memungkinkan dilakukannya peninjauan dan pengembangan gambaran yang lebih hidup tentang situasi dan kondisi nyata pembelajarannya yaitu refleksi yang bersifat deskriptif. ( Asrori, 2009: 55)
      
      







BAB III
PENUTUP
A.   Simpulan
Refleksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengingat, merenungkan, mencermati dan menganalisis kembali suatu tindakan yang telah dilakukan dalam observasi. Refleksi juga merupakan suatu tindakan atau kegiatan untuk mengetahui apa yang telah terjadi sebelumnya, belum terjadi, serta apa yang belum dihasilkan.
Kegiatan refleksi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilaksanakan sebab akan mengontrol tindakan guru, guru dapat melihat apa yang masih perlu diperbaiki, ditingkatkan atau dipertahankan.
B.   Saran
Saya menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kiranya pembaca dapat memberikan saran atau masukan-masukan yang membangun untuk memperbaiki makalah selanjutnya agar menjadi lebih baik.




DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. Suhardjono. Supardi. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Asrori, Muhammad. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV Wacana Prima.
Uno, Hamzah B. Nina, Lamatenggo. Satria, Koni. 2012. Menjadi Peneliti PTK yang Profesional. Jakarta: Bumi Aksara.
Tahir, Muhammad. 2011. “ Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan”. 
Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.



Selasa, 06 November 2012

TUGAS 2 (SOAL METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN)


SOAL
1.      Golongkan penelitian di bawah ini, yang mana menggunakan pendekatan Kualitatif dan pendekatan kuantitatif
a.         penelitian Diskriptif
b.         Studi Kasus
c.         Penelitian Survei
d.        Studi Korelasional
e.         Penelitian Eksperimen
f.          Penelitian Tindakan
2.      Jelaskan yang dimaksud variabel bebas dan variabel terikat !
3.      Berikan satu contoh variable bebas dan variable terikat serta kemukakan alasannya !
JAWAB
1.      Yang termasuk penelitian kuantitaf
a.       Penelitian survey
b.      Penelitian korelasional
c.       Penelitian eksperimen
d.      Penelitian tindakan
Yang termasuk penelitian kualitatif
a.       Penelitian deskriptif
b.      Studi kasus
2.      Pengertian variabel bebas dan variabel terikat
a.       Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables) adalah variable yang menyebabkan atau mempengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati.
b.      Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables) adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul atau tidak muncul atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan
3.      Contoh judul yang ada variable bebas dan variable terikat
Judul : Pengaruh Kedisiplinan terhadap Nilai IPK Mahasiswa semester IV A Jurusan PGSD, Angkatan 2010.
            Variabel bebasnya ialah “kedisiplinan” karena kedisiplinan mempengaruhi variabel terikat yaitu “Nilai IPK mahasiswa semester IV A Jurusan PGSD, Angkatan 2010”. Semakin meningkat kedisiplinan maka nilai IPK mahasiswa akan semakin tinggi.

TUGAS 1 (PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN)


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
       Penelitian bukanlah hanya milik orang-orang yang menekuni bidang ilmu saja, akan tetapi seiap bidang ilmu dapat melakukan penelitian, bahkan setiap orang hendaknya dibiasakan untuk melakukan penelitian. Suatu ilmu akan dapat berkembang secara ilmiah melalui penelitian. Oleh karena itu siapa yang ingin meningkatkan hasil pekerjaannya dibidang apapun termasuk pendidikan maka penelitian sangat diperlukan.
       Penelitian sangat diperlukan untuk memecahkan suatu permasalahan baik yang dihadapi oleh seseorang maupun kelompok atau lembaga. Dengan demikian sikap untuk terbiasa meneliti, hendaknya dipupuk padabsetiap orang sejak dini. Secara formal hal tersebut menjadi tugas para pendidik. Oleh karena itu para pendidik selain bertugas menyampaikan materi, juga dituntut untuk meningkatkan kemampuan anak didiknya untuk: 1. Menjadi manusia-manusia penganalisis yang memiliki kemampuan penalaran 2. Mampu menyajikan pengalaman belajar yang menumbhkan sikap, kemampuan, dan keterampilan meneliti.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian metodologi penelitian pendidikan?
2.      Sebutkan jenis-jenis metodologi penelitian pendidikan?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metodologi Penelitian Pendidikan
“Metode berasal dari bahasa Yunani yakni methodos yang dimaksud adalah cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya” (Rosdy Ruslan: 2003)
“Hadi: 1987) mengungkapkan Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah (Emzir: 2007). Penelitian sebagai aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan” (Hamidi: 2007)
Menurut uraian diatas Metodologi penelitiaan adalah ilmu membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
Metodologi berarti ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah disebutkan sebelumnya. Penelitian dapat diartikan sebagai semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu dan teknologi. Penelitan pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan secara sistematis, logis, dan berencana untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan data dengan menggunakan metode tertentu untuk mencari jawaban atas permasalahan yang timbul dalam bidang pendidikan. Jadi metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat di temukan, dikembangkan, dan dapat dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan. (Sugiono: 2009)
B. Jenis-Jenis Metodologi Penelitian Pendidikan
1.      Penelitian Eksperimental
       Penelitian eksperimental merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang paling penuh, dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab akibat. Pendektan penelitian ini banyak digunakan dalam penelitian-penelitian sains atau ilmu kealaman, seperti fisika, kimia maupun biologi hamper seluruhnya ditunjukkan untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab-akibat dari beberapa hal atau variable. Penelitian eksperimental merupakan pendekatan penelitian yang cukup khas, kekhasan tersebut diperlihatkan oleh dua hal, pertama menguji secara langsung pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain, kedua menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. (Sukmadinata, 2011: 194)

2.      Penelitian Korelasional.
       Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara dua variable.  Misalnya: Seorang guru matematik ingin mengetahui individu yang bagaimana yang sering mengalami kesulitan dalam mempelajari aljabar. Bila kita dapat memprediksi secara tepat, maka kita dapat menganjurkan saran koreksi terhadap guru tersebut untuk menggunakan metode tertentu, sehingga anak senang belajar aljabar. Untuk itu kita perlu mengumpulkan sejumlah informasi yang diperkirakan ada kaitannya dengan konsep aljabar seperti kinerja siswa dalam tugas logik mempelajari konsep aljabar (kemampuan menghitung, pemahaman konsep matematika, memecahkan soal-soal), kemampuan verbal, kebiasaan belajar, pengalaman siswa dalam belajar matematika atau pengalaman dengan guru matematika, dan informasi lain yang menyebabkan adanya siswa yang senang pelajaran aljabar, dan siswa yang membenci pelajaran aljabar. (Sofa: 2011)
3.      Penelitian Kausal Komparatif
       Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki akibat dari perbedaan diantara kelompok atau orang-orang. Misalnya guru ingin membandingkan apakah hasil belajar siswa dari keluarga dengan orang tua tunggal (single parent) lebih buruk dari pada siswa dari keluarga utuh. Untuk menyelidiki hal ini, guru harus memilih secara sistematis dua kelompok siswa (orang tua tunggal dan orang tua lengkap)  yang sesungguhnya (bukan manipulasi). Setelah itu guru membandingkan hasil belajar mereka. Setelah nyata berbeda, guru tidak boleh segera menyimpulkan bahwa situasi keluarga mempengaruhi prestasi belajar siswa, sebab masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dalam contoh ini, guru tidak mengetahui (1) bahwa perbedaan prestasi mungkin disebabkan karena situasi rumah (2) status orang tua juga dapat menyebabkan perbedaan prestasi (3) adanya faktor lain yang berpengaruh. (Sofa: 2011)
4.      Penelitian Survei
       Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang menentukan sifat spesifik dari suatu. Kesulitan penelitian survey adalah (1) ada keraguan terhadap jawaban yang diberikan; apakah murni/jujur, tidak asal-asalan (2) pengembalian semua kuesioner secara lengkap agar dapat dianalisis dengan benar. Manfaat dari penelitian survey adalah kemungkinan memperoleh sejumlah informasi dari sampel besar. Jika peneliti mengharapkan jawaban yang lebih rinci, maka dapat dilakukan melalui wawancara. Keuntungan wawancara adalah dapat membuat pertanyaan terbuka (melalui daftar pertanyaan), sehingga dapat diperoleh jawaban yang rinci dan mendalam. (Sofa: 2011)


5.      Penelitian Kualitatif
       Penalitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian kualitatif bersifat induktif: peneliti membiarkan permasalahan-permasalahan muncul dari dta atau dibiarkan terbuka untuk interpretasi. Data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deskripsi dalam konteks yang mendetil disertai catatan hasil wawancara yang mendalam, serta hasil analisis dokumen dan catatan-catatan. (Sukmadinata, 2011: 60)
6.      Penelitian Sejarah
       Penelitian ini berkaitan dengan aspek yang terjadi di masa lalu. Data diperoleh melalui penelitian dokumen, atau wawancara dengan individu yang hidup pada masa itu. Penelitian ini berupaya untuk merekonstruksi setepat mungkin tentang apa yang terjadi pada masa itu dan menjelaskannya. Misalnya, Seorang koordinator kurikulum di sekolah, ingin mengetahui tentang argumentasi yang terjadi di masa lalu tentang kurikulum kelas 12. Untuk itu ia harus membaca berbagai hasil penelitian sosial dan teori kurikulum yang kemudian perlu diperbandingkan. (Sofa: 2011)

7.      Penelitian Tindakan kelas
       Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bersifat situasional, berkaitan dengan mendiagnosis masalah dalam konteks tertentu, misalnya masalah di kelas atau di sekolah. Masalah berangkat dari praktek pembelajaran sehari-hari yang benar-benar dirasakan oleh guru atau siswanya. Kemudian diupayakan penyelesaiannya demi peningkatan mutu pendidikan, prestasi siswa, profesi guru, dan mutu sekolahnya dengan jalan merefleksi diri sebagai praktisi dalam pelaksanaan tugas-tugasnya dan sekaligus secara sistematik meneliti praksisnya sendiri.
       Penelitian tindakan kelas merupakan upaya kolaboratif antara guru dengan siswanya, bersifat “self evaluative yaitu modifikasi praksis yang dilakukan secara kontinyu dan dievaluasi dalam situasi yang terus berjalan di samping memperbaiki praksis pembelajarannya. (Sofa: 2011)






BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
       Metodologi penelitiaan adalah ilmu membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
       Jenis-jenis metodologi penelitian antara lain yaitu penelitian eksperimental, penelitian korelasional, penelitian kausal komparatif, penelitian survey, penelitian kualitatif, penelitian sejarah, dan penelitian tindakan kelas.
B. Saran
       Untuk menyempurnakan makalah ini perlu kritik dan saran dari teman-teman yang sifatnya membangun demi untuk kesempurnaan makalah selanjutnya agar menjadi lebih baik.

           



DAFTAR PUSTAKA
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remana Rosdakarya
Hamidi. 2007. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: UMM Press.      (http://spupe07.wordpress.com/2009/12/01/konsep-metodologi-penelitian/). 17  Oktober 2012
Hadi, Sutrisno. 1987. Metodologi Research. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. (http://spupe07.wordpress.com/2009/12/01/konsep-metodologi-penelitian/). 17  Oktober 2012
Ruslan, Rosdy. 2003. Metode Penelitian Publik. Surabaya: PT Raja Grafindo Persada. (http://spupe07.wordpress.com/2009/12/01/konsep-metodologi-penelitian/). 17  Oktober 2012
Emzir. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. (http://spupe07.wordpress.com/2009/12/01/konsep-metodologi-penelitian/). 17  Oktober 2012
Sugiono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. (http://mbegedut.blogspot.com/2010/11/metode-penelitian-pendidikan.html)