Tampilkan postingan dengan label RASNI RASYID 13. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RASNI RASYID 13. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2012

TUGAS 3 SOAL JAWAB 3 NOMOR TENTANG PENGGOLONGAN VARIABEL TERIKAT DAN BEBAS


1.       Ada 6 jenis penelitian, Golongkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif?
2.       Jelaskan yang dimaksud variable terikat dan variable bebas?
3.       Berikan 1 contoh judul yang ada variable terikat dan variable bebas serta alasannya?
Jawaban :
1.         -    Pendekatan kualitatif : Studi kasus, penelitian deskriptif, penelitian eksperimen.
-          Pendekatan kuantitatif : penelitian survey, penelitian tindakan, studi korelasional.

2.       Pengertian variable terikat dan variable bebas :
a.       Variable  Terikat atau Variabel Tergantung (dependet variables) adalah factor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variable bebas, yaitu factor yang muncul atau tidak muncul atau berubah sesuai dengna yang diperkenalkan.
b.      Variable Bebas atau Variabel Penyebab (independent variables) adalah variable yang menyebabkan atau mempengaruhi yaitu factor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi.

3.       Judul : Penelitian Pertumbuhan Kacang Tanah Dengan Menggunakan Pupuk
Variable Bebasnya adalah pupuk
Variable Terikatnya adalah pertumbuhan kacang tanah
Alasanya saya mengambil judul pertumbuhan kacang tanah dengan menggunakan pupuk yaitu karena kita dapat menemukan variable-variabel yg terdapat dalam pertumbuhan kacang tanah dengan menggunakan pupuk diantaranya tanah, pH, air, cahaya, suhu, udara, pupuk, dan parasit tanah. Diantara variable tersebut kita hanya memilih variable bebas adalah pupuk sedangkan variable terikatnya adalah pertumbuhan kacang tanah.

TUGAS 1 PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada hakekatnya penelitian diawali dari hasrat keingintahuan peneliti yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Setiap pertanyaan atau permasalahan  tersebut perlu jawaban atau pemecahan. Dari jawaban dan pemecahan  tersebut peneliti memperoleh pengetahuan yang benar mengenai suatu masalah. Pengetahuan yang benar adalah yang dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Untuk memperolehnya harus mengikuti kaidah-kaidah dan menurut cara-cara bekerjanya akal yang disebut logika, dan dalam pelaksanaannya diwujudkan melalui penalaran.. Dengan demikian penelitian ilmiah adalah suatu metode ilmiah untuk memperoleh pengetahuan menggunakan penalaran. Penalaran tersebut dilaksanakan melalui prosedur logika deduksi dan induksi.
Penelitian bukanlah hanya milik orang-orang yang menekuni bidang ilmu murni saja, akan tetapi setiap bidang ilmu dapat melakukan penelitian, bahkan setiap orang hendaknya dibiasakan untuk melakukan penelitian. Suatu ilmu akan dapat berkembang secara ilmiah melalui penelitian. Oleh karena itu barang siapa yang ingin meningkatkan hasil pekerjaannya, di bidang apapun termasuk pendidikan, maka penelitian sangat diperlukan. Penelitian sangat diperlukan untuk memecahkan suatu permasalahan baik yang dihadapi oleh seseorang maupun kelompok atau lembaga. Dengan demikian sikap untuk terbiasa meneliti, hendaknya sudah dipupuk pada setiap orang sejak dini.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian metodologi penelitian pendidikan ?
2.      Sebutkan jenis-jenis metodologi penelitian pendidikan ?


































BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Metodologi Penelitian Pendidikan

“Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya” (Ruslan,2003).

       Menurut Hadi (2007) Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah.
       Menurut Hadi (1998) Penelitan pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan secara sistematis, logis, dan berencana untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan data dengan menggunakan metode tertentu untuk mencari jawaban atas permasalahan yang timbul dalam bidang pendidikan.
       Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Metode penelitian adalah cara untuk memecahkan masalah ataupun sebagai cara pengembangan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah yang sistematis dan logis. Metode penelitian dapat juga diartikan sebagai kegiatan yang secara sistematis, direncanakan oleh para peneliti untuk memecahkan permasalahan yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi peneliti itu sendiri.
“Dewey dalam Riyanto (1910) mengatakan bahwa metode ilmiah ialah langkah-langkah pemecahan suatu masalah yaitu sebagai berikut:
a.       Merasakan adanya suatu masalah atau kesulitan, dan masalah atau kesulitan ini mendorong perlunya pemecahan.
b.      Merumuskan dan atau membatasi masalah/kesulitan tersebut. Di dalam hal ini diperlukan observasi untuk mengumpulkan fakta yang berhubungan dengan masalah itu.
c.       Mencoba mengajukan pemecahan masalah/ kesulitan tersebut dalam bentuk hipotesis-hipotesis. Hipotesis-hipotesis ini adalah merupakan pernyataan yang didasarkan pada suatu pemikiran atau generalisasi untuk menjelaskan fakta tentang penyebab masalah tersebut.
d.      Merumuskan alasan-alasan dan akibat dari hipotesis yang dirumuskan secara deduktif.
e.       Menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan, dengan berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan melalui penyelidikan atau penelitian. Hasil penelitian ini bisa menguatkan hipotesis dalam arti hipotesis diterima, dan dapat pula memperlemah hipotesis, dalam arti hipotesis ditolak. Dari langkah terakhir ini selanjutnya dapat dirumuskan pemecahan masalah yang telah dirumuskan tersebut.”

       Metode penelitian pendidikan dapat juga diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan  dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. (Sugiyono:2012:3)

B.     Jenis-Jenis Metodologi Penelitian Pendidikan
Secara umum terdapat bebera jenis penelitian pendidikan yaitu:
1.         Penelitian eksperimental
       Merupakan penelitian yang paling mendekati metode ilmiah, Peneliti memberikan perlakuan yang berbeda pada dua kelompok, dan kemudian mempelajari efek perlakuan. Hasil dari penelitian ini interpretasi yang jelas dan lugas.
2.      Penelitian Korelasional
       Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara dua variabel. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diharapkan tidak ada intervensi atau manipulasi yang dapat mempengaruhi hasilnya, kecuali instrumen penelitian yang diperlukan untuk mengumpulkan data.
3.      Penelitian Kausal Komparatif
       Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki akibat dari perbedaan diantara kelompok atau orang-orang. Misalnya guru ingin membandingkan apakah hasil belajar siswa dari keluarga dengan orang tua tunggal (single parent) lebih buruk dari pada siswa dari keluarga utuh.
4.      Penelitian Survey
       Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang menentukan sifat spesifik dari suatu kelompok. Misalnya seorang kepala sekolah ingin mengetahui dampak dari kebijakan administrasi yang dilakukannya. Suatu survey deskriptif perlu menyiapkan sejumlah pertanyaan yang dikemas dalam bentuk kuesioner atau angket untuk sejumlah besar responden atau individu, melalui surat, telepon, e-mail, sms, atau diberikan langsung.
5.      Penelitian Kualitatif
       Seorang peneliti dapat berharap untuk memperoleh potret lengkap dari proses pendidikan melalui penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti dapat memperoleh gambaran holistic yang terjadi dalam situasi atau setting khusus. Misalnya: Bagaimana cara guru olahraga mengajarkan suatu materi. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang detail terhadap individu atau kelompok yang diteliti, sehingga dapat disebut sebagai studi kasus.
6.      Penelitian Sejarah
       Penelitian ini berkaitan dengan aspek yang terjadi di masa lalu. Data diperoleh melalui penelitian dokumen, atau wawancara dengan individu yang hidup pada masa itu. Penelitian ini berupaya untuk merekonstruksi setepat mungkin tentang apa yang terjadi pada masa itu dan menjelaskannya. Misalnya, Seorang koordinator kurikulum di sekolah, ingin mengetahui tentang argumentasi yang terjadi di masa lalu tentang kurikulum kelas 12.
7.      Penelitian Tindakan Kelas
       Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bersifat situasional, berkaitan dengan mendiagnosis masalah dalam konteks tertentu, misalnya masalah di kelas atau di sekolah. Masalah berangkat dari praktek pembelajaran sehari-hari yang benar-benar dirasakan oleh guru atau siswanya.
(Sofa:2011)

BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian. Sedangan Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. Jadi, Metode penelitian adalah cara untuk memecahkan masalah ataupun sebagai cara pengembangan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah yang sistematis dan logis.
Jenis-jenis metodologi penelitian antara lain yaitu penelitian eksperimental, penelitian Korelasional, Penelitian Kausal Komparatif, Penelitian Survey, Penelitian Kualitatif, penelitian sejarah, dan penelitian tindakan kelas.

B.     Saran
Untuk menyempurnakan Makalah ini perlu kritik dan saran dari teman-teman sekalian untuk bahan Makalah selanjutnya agar menjadi lebih baik atau menjadi lebih sempurnah. 



TUGAS 2 MAKALAH PRESENTASE PENELITIAN DESKRIPTIF DAN STUDI KASUS

-->
BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
       Penelitian bukanlah hanya milik orang-orang yang menekuni bidang ilmu murni saja, akan tetapi setiap bidang ilmu dapat melakukan penelitian, bahkan setiap orang hendaknya dibiasakan untuk melakukan penelitian. Suatu ilmu akan dapat berkembang secara ilmiah melalui penelitian. Oleh karena itu barang siapa yang ingin meningkatkan hasil pekerjaannya, di bidang apapun termasuk pendidikan, maka penelitian sangat diperlukan. Penelitian sangat diperlukan untuk memecahkan suatu permasalahan baik yang dihadapi oleh seseorang maupun kelompok atau lembaga. Dengan demikian sikap untuk terbiasa meneliti, hendaknya sudah dipupuk pada setiap orang sejak dini.
      
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari penelitian deskriptif?
2.      Apa pengertian dari studi kasus?




BAB II
PEMBAHASAN
A.     Penelitian Deskriptif
“Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian Deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Peneliti deskriptif sesuai karakteristiknya juga memiliki langkah-langkah tetentu dalam pelaksanaanya”. (Tahir:2011:6)

       Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Penelitian deskriptif dalam bidang pendidikan dan kurikulum pengajaran merupakan hal yang cukup penting, mendeskripsikan fenomena-fenomena kegiatan pendidikan, pembelajaran, implementasi kurikulum pada berbagai jenis jenjang dan satuan pendidikan disetiap sekolah. penelitian ini maksudnya sebagai salah satu bentuk dari penelitian kuantitatif yang paling mendasar. Penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variable-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Pengambaran kondisi bisa individual atau kelompok dan menggunakan angka-angka. (Sukmadinata:2012:72-73)
      Amirul Hadi dalam Haryono (1998) Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta actual dan sifat populasi tetentu. Misalnya: penelitian yang dilakukan mahasiswa menyusun tesis untuk memperoleh gelar sarjana kependidikan.
       Ciri-ciri penelitian deskriptif ialah:
1.      Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah actual yang dihadapi sekarang.
2.      Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun, dijelaskan, dan dianalisis. (Hadi:1998:50-51)
Tujuan penelitian deskriptif ialah:
1.      Untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat.
2.      Untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia. (Malyono:2012)

B.     Studi Kasus
“Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus tertentu. Misalnya, memepelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak disiplin dalam bekerja. Untuk mengungkap persoalan kepala sekolah yang tidak disiplin peneliti perlu mencari data berkenaan dengan pengalamannya pada masa lalu, sekarang, lingkungan yang membentuknya. Data diperoleh darii berbagai sumber seperti rekan kerjanya, guru, bahkan juga dari dirinya. Setiap data yang diperoleh harus dicatat secara cermat, kemudian dikaji, kalau perlu dibahas dengan peneliti lain sebelum menarik kesimpulan-kesimpulan penyebab terjadinya kasus tersebut. Studi kasus mengisyaratkan pada penelitian kualitatif. Kelebihan studi kasus dengan studi lainnya adalah bahwa peneliti dapat mempelajari subjek secara mendalam dan menyeluruh. Namun kelemahannya sesuai dengan sifat studi kasus bahwa informasi yang diperoleh sifatnya subyektif, artinya hanya untuk individu yang bersangkutan dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang sama pada individu yang lain. Dengan kata lain, generalisasi informasi sangat terbatas penggunaannya. Studi kasus bukan untuk menguji hipotesis, namun sebaiknyahasil studi kasus dapat menghasilkan hipotesi yang dapat diuji melalui peneliti lebih lanjut”. (Tahir:2011:8-9)
      
       Studi kasus (Case Study) merupakan metode untuk menghimpun dan menganalisis data berkenaan dengan suatu kasus yang dihadapi. Sesuatu yang dijadikan kasus biasanya karena ada masalah, kesulitan, hambatan, penyimpangan, tetapi bisa juga sesuatu dijadikan kasus meskipun tidak ada masalah, malahan dijadikan kasus karena keunggulan atau keberhasilannya. Studi kasus diarahkan seperti mengkaji kondisi, kegiatan, perkembangan serta factor-faktor penting yang terkait dan menunjang kondisi dan perkembangan tersebut. Studi kasus juga banyak dilakukan dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Konselor pendidikan menghimpun data gejala-gejala masalan atau kesulitan yang dihadapi klien beserta hal-hal yang melatarbelakanginya dalam rangka diagnosis untuk kemudian merumuskan prognosis (perkiraan masalah dan bantuan yang diberikan) serta treatmen (bantuan pemecahan atau penyembuhan. Studi kasus juga banyak dilakukan oleh profesi-profesi lain seperti pekerja social, kesehatan, kepolisian, sosiolog, antropolog, psikolog untuk mengkaji masalah gelandangan, epidemic yang sering menyerang suatu daerah, kriminalitas, karakteristik atau perilaku kelompok-kelompok tertentu. (Sukmadinata:2012:77-78)



BAB III
PENUTUP

A.     Simpulan
       Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar serta penelitian deskriptif juga merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Sedangkan studi kasus adalah metode untuk menghimpun dan menganalisis data berkenaan dengan suatu kasus yang dihadapi oleh seseorang individu atau kelompok yang sedang mengalami suatu kasus.

B.     Saran
       Untuk menyempurnakan Makalah ini perlu kritik dan saran dari teman-teman sekalian untuk bahan Makalah selanjutnya agar menjadi lebih baik atau menjadi lebih sempurnah.