1.Ada
6 jenis penelitian, Golongkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif?
2.Jelaskan
yang dimaksud variable terikat dan variable bebas?
3.Berikan
1 contoh judul yang ada variable terikat dan variable bebas serta alasannya?
Jawaban :
1.-Pendekatan kualitatif : Studi kasus,
penelitian deskriptif, penelitian eksperimen.
-Pendekatan kuantitatif : penelitian survey,
penelitian tindakan, studi korelasional.
2.Pengertian
variable terikat dan variable bebas :
a.VariableTerikat atau Variabel Tergantung (dependet variables) adalah factor-faktor
yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variable bebas,
yaitu factor yang muncul atau tidak muncul atau berubah sesuai dengna yang
diperkenalkan.
b.Variable Bebas atau Variabel Penyebab
(independent variables) adalah variable yang menyebabkan atau mempengaruhi
yaitu factor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk
menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi.
3.Judul
: Penelitian Pertumbuhan Kacang Tanah Dengan Menggunakan Pupuk
Variable Bebasnya
adalah pupuk
Variable
Terikatnya adalah pertumbuhan kacang tanah
Alasanya saya
mengambil judul pertumbuhan kacang tanah dengan menggunakan pupuk yaitu karena
kita dapat menemukan variable-variabel yg terdapat dalam pertumbuhan kacang
tanah dengan menggunakan pupuk diantaranya tanah, pH, air, cahaya, suhu, udara,
pupuk, dan parasit tanah. Diantara variable tersebut kita hanya memilih
variable bebas adalah pupuk sedangkan variable terikatnya adalah pertumbuhan
kacang tanah.
Pada hakekatnya penelitian diawali dari hasrat keingintahuan
peneliti yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Setiap
pertanyaan atau permasalahan tersebut perlu jawaban atau pemecahan. Dari
jawaban dan pemecahan tersebut peneliti memperoleh pengetahuan yang benar
mengenai suatu masalah. Pengetahuan yang benar adalah yang dapat diterima akal
dan berdasarkan fakta empirik. Untuk memperolehnya harus mengikuti
kaidah-kaidah dan menurut cara-cara bekerjanya akal yang disebut logika, dan
dalam pelaksanaannya diwujudkan melalui penalaran.. Dengan demikian penelitian ilmiah
adalah suatu metode ilmiah untuk memperoleh pengetahuan menggunakan penalaran.
Penalaran tersebut dilaksanakan melalui prosedur logika deduksi dan induksi.
Penelitian
bukanlah hanya milik orang-orang yang menekuni bidang ilmu murni saja, akan
tetapi setiap bidang ilmu dapat melakukan penelitian, bahkan setiap orang
hendaknya dibiasakan untuk melakukan penelitian. Suatu ilmu akan dapat berkembang
secara ilmiah melalui penelitian. Oleh karena itu barang siapa yang ingin
meningkatkan hasil pekerjaannya, di bidang apapun termasuk pendidikan, maka
penelitian sangat diperlukan. Penelitian sangat diperlukan untuk memecahkan
suatu permasalahan baik yang dihadapi oleh seseorang maupun kelompok atau
lembaga. Dengan demikian sikap untuk terbiasa meneliti, hendaknya sudah dipupuk
pada setiap orang sejak dini.
B.Rumusan
Masalah
1.Apa
pengertian metodologi penelitian pendidikan ?
2.Sebutkan
jenis-jenis metodologi penelitian pendidikan ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.Pengertian
Metodologi Penelitian Pendidikan
“Pengertian
metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau
menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan
suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek
penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung
jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya” (Ruslan,2003).
Menurut Hadi (2007) Penelitian adalah
usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan,
yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah.
Menurut Hadi (1998) Penelitan pendidikanadalah suatu
proses atau kegiatan yang dilakukan secara sistematis, logis, dan berencana
untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan data dengan
menggunakan metode tertentu untuk mencari jawaban atas permasalahan yang timbul
dalam bidang pendidikan.
Berdasarkan
pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Metode penelitian adalah cara
untuk memecahkan masalah ataupun sebagai cara pengembangan ilmu pengetahuan
dengan menggunakan metode-metode ilmiah yang sistematis dan logis. Metode
penelitian dapat juga diartikan sebagai kegiatan yang secara sistematis, direncanakan
oleh para peneliti untuk memecahkan permasalahan yang hidup dan berguna bagi
masyarakat, maupun bagi peneliti itu sendiri.
“Dewey dalam
Riyanto(1910)mengatakan bahwa metode ilmiah ialah
langkah-langkah pemecahan suatu masalah yaitu sebagai berikut:
a.Merasakan
adanya suatu masalah atau kesulitan, dan masalah atau kesulitan ini mendorong
perlunya pemecahan.
b.Merumuskan
dan atau membatasi masalah/kesulitan tersebut. Di dalam hal ini diperlukan
observasi untuk mengumpulkan fakta yang berhubungan dengan masalah itu.
c.Mencoba
mengajukan pemecahan masalah/ kesulitan tersebut dalam bentuk
hipotesis-hipotesis. Hipotesis-hipotesis ini adalah merupakan pernyataan yang
didasarkan pada suatu pemikiran atau generalisasi untuk menjelaskan fakta
tentang penyebab masalah tersebut.
d.Merumuskan
alasan-alasan dan akibat dari hipotesis yang dirumuskan secara deduktif.
e.Menguji
hipotesis-hipotesis yang diajukan, dengan berdasarkan fakta-fakta yang
dikumpulkan melalui penyelidikan atau penelitian. Hasil penelitian ini bisa
menguatkan hipotesis dalam arti hipotesis diterima, dan dapat pula memperlemah
hipotesis, dalam arti hipotesis ditolak. Dari langkah terakhir ini selanjutnya
dapat dirumuskan pemecahan masalah yang telah dirumuskan tersebut.”
Metode penelitian pendidikandapat
juga diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan
tujuan dan kegunaan tertentu.
Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan
yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. (Sugiyono:2012:3)
B.Jenis-Jenis
Metodologi Penelitian Pendidikan
Secara
umum terdapat bebera jenis penelitian pendidikan yaitu:
1.Penelitian eksperimental
Merupakan penelitian yang paling
mendekati metode ilmiah,Peneliti
memberikan perlakuan yang berbeda pada dua kelompok, dankemudian mempelajari efek perlakuan. Hasil
dari penelitian ini interpretasi yang jelas dan lugas.
2.Penelitian Korelasional
Tujuan penelitian ini adalah menentukan
hubungan antara dua variabel. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diharapkan
tidak ada intervensi atau manipulasi yang dapat mempengaruhi hasilnya, kecuali
instrumen penelitian yang diperlukan untuk mengumpulkan data.
3.Penelitian Kausal Komparatif
Penelitian ini bertujuan untuk
menyelidiki akibat dari perbedaan diantara kelompok atau orang-orang. Misalnya
guru ingin membandingkan apakah hasil belajar siswa dari keluarga dengan orang
tua tunggal (single parent) lebih buruk dari pada siswa dari keluarga utuh.
4.Penelitian Survey
Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh data yang menentukan sifat spesifik dari suatu kelompok. Misalnya
seorang kepala sekolah ingin mengetahui dampak darikebijakan administrasi yang dilakukannya.
Suatu survey deskriptif perlu menyiapkan sejumlah pertanyaan yangdikemas dalam bentuk kuesioner atau angket
untuk sejumlah besar responden atau individu, melalui surat, telepon, e-mail,
sms, atau diberikan langsung.
5.Penelitian Kualitatif
Seorang peneliti dapat berharap untuk
memperoleh potret lengkap dariproses pendidikan melalui penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini
peneliti dapat memperoleh gambaran holistic yang terjadi dalam situasi atau
setting khusus. Misalnya: Bagaimana cara guru olahraga mengajarkan suatu
materi. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang detail terhadapindividu atau kelompok yang diteliti, sehingga
dapat disebut sebagai studi kasus.
6.Penelitian Sejarah
Penelitian ini berkaitan dengan aspek
yang terjadi di masa lalu. Datadiperoleh melalui penelitian dokumen, atau wawancara dengan individu
yang hidup pada masa itu. Penelitian ini berupaya untuk merekonstruksi setepat
mungkin tentang apa yang terjadi pada masa itu dan menjelaskannya. Misalnya,
Seorang koordinator kurikulum di sekolah, ingin mengetahui tentang argumentasi
yang terjadi di masa lalu tentang kurikulum kelas 12.
7.Penelitian
Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bersifat
situasional, berkaitandengan
mendiagnosis masalah dalam konteks tertentu, misalnya masalah di kelas atau di
sekolah. Masalah berangkat dari praktek pembelajaran sehari-hari yang
benar-benar dirasakan oleh guru atau siswanya.
(Sofa:2011)
BAB III
PENUTUP
A.Simpulan
Metode merupakan
kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk
memahami suatu subjek atau objek penelitian. Sedangan Penelitian adalah usaha
untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan
dengan metode-metode ilmiah. Jadi, Metode penelitian adalah cara untuk
memecahkan masalah ataupun sebagai cara pengembangan ilmu pengetahuan dengan
menggunakan metode-metode ilmiah yang sistematis dan logis.
Jenis-jenis metodologi
penelitian antara lain yaitu penelitian eksperimental, penelitian Korelasional, Penelitian Kausal Komparatif, Penelitian
Survey, Penelitian Kualitatif, penelitian sejarah, dan penelitian tindakan
kelas.
B.Saran
Untuk menyempurnakan
Makalah ini perlu kritik dan saran dari teman-teman sekalian untuk bahan
Makalah selanjutnya agar menjadi lebih baik atau menjadi lebih sempurnah.
Penelitian bukanlah hanya milik
orang-orang yang menekuni bidang ilmu murni saja, akan tetapi setiap bidang
ilmu dapat melakukan penelitian, bahkan setiap orang hendaknya dibiasakan untuk
melakukan penelitian. Suatu ilmu akan dapat berkembang secara ilmiah melalui
penelitian. Oleh karena itu barang siapa yang ingin meningkatkan hasil
pekerjaannya, di bidang apapun termasuk pendidikan, maka penelitian sangat
diperlukan. Penelitian sangat diperlukan untuk memecahkan suatu permasalahan
baik yang dihadapi oleh seseorang maupun kelompok atau lembaga. Dengan demikian
sikap untuk terbiasa meneliti, hendaknya sudah dipupuk pada setiap orang sejak
dini.
B.Rumusan
Masalah
1.Apa
pengertian dari penelitian deskriptif?
2.Apa
pengertian dari studi kasus?
BAB II
PEMBAHASAN
A.Penelitian
Deskriptif
“Penelitian Deskriptif adalah penelitian
yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi
saat sekarang. Penelitian Deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah
actual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian
deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang
menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa
tersebut. Peneliti deskriptif sesuai karakteristiknya juga memiliki
langkah-langkah tetentu dalam pelaksanaanya”. (Tahir:2011:6)
Penelitian deskriptif adalah suatu
bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau
menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah
ataupun rekayasa manusia. Penelitian deskriptif dalam bidang pendidikan dan
kurikulum pengajaran merupakan hal yang cukup penting, mendeskripsikan
fenomena-fenomena kegiatan pendidikan, pembelajaran, implementasi kurikulum
pada berbagai jenis jenjang dan satuan pendidikan disetiap sekolah. penelitian
ini maksudnya sebagai salah satu bentuk dari penelitian kuantitatif yang paling
mendasar. Penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau
pengubahan pada variable-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa
adanya. Pengambaran kondisi bisa individual atau kelompok dan menggunakan
angka-angka. (Sukmadinata:2012:72-73)
Amirul Hadi dalam Haryono (1998)
Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat
fakta-fakta actual dan sifat populasi tetentu. Misalnya: penelitian yang
dilakukan mahasiswa menyusun tesis untuk memperoleh gelar sarjana kependidikan.
Ciri-ciri penelitian deskriptif ialah:
1.Bertujuan
untuk memecahkan masalah-masalah actual yang dihadapi sekarang.
2.Bertujuan
untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun, dijelaskan, dan
dianalisis. (Hadi:1998:50-51)
Tujuan
penelitian deskriptif ialah:
1.Untuk menggambarkan secara sistematis
fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat.
2.Untuk mendapatkan variasi
permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku
manusia. (Malyono:2012)
B.Studi
Kasus
“Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara
intensif seseorang individu atau kelompok yang dipandang mengalami kasus
tertentu. Misalnya, memepelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak
disiplin dalam bekerja. Untuk mengungkap persoalan kepala sekolah yang tidak
disiplin peneliti perlu mencari data berkenaan dengan pengalamannya pada masa
lalu, sekarang, lingkungan yang membentuknya. Data diperoleh darii berbagai
sumber seperti rekan kerjanya, guru, bahkan juga dari dirinya. Setiap data yang
diperoleh harus dicatat secara cermat, kemudian dikaji, kalau perlu dibahas
dengan peneliti lain sebelum menarik kesimpulan-kesimpulan penyebab terjadinya
kasus tersebut. Studi kasus mengisyaratkan pada penelitian kualitatif.
Kelebihan studi kasus dengan studi lainnya adalah bahwa peneliti dapat
mempelajari subjek secara mendalam dan menyeluruh. Namun kelemahannya sesuai
dengan sifat studi kasus bahwa informasi yang diperoleh sifatnya subyektif,
artinya hanya untuk individu yang bersangkutan dan belum tentu dapat digunakan
untuk kasus yang sama pada individu yang lain. Dengan kata lain, generalisasi
informasi sangat terbatas penggunaannya. Studi kasus bukan untuk menguji
hipotesis, namun sebaiknyahasil studi kasus dapat menghasilkan hipotesi yang
dapat diuji melalui peneliti lebih lanjut”. (Tahir:2011:8-9)
Studi kasus (Case Study) merupakan
metode untuk menghimpun dan menganalisis data berkenaan dengan suatu kasus yang
dihadapi. Sesuatu yang dijadikan kasus biasanya karena ada masalah, kesulitan,
hambatan, penyimpangan, tetapi bisa juga sesuatu dijadikan kasus meskipun tidak
ada masalah, malahan dijadikan kasus karena keunggulan atau keberhasilannya.
Studi kasus diarahkan seperti mengkaji kondisi, kegiatan, perkembangan serta
factor-faktor penting yang terkait dan menunjang kondisi dan perkembangan
tersebut. Studi kasus juga banyak dilakukan dalam pelaksanaan program bimbingan
dan konseling. Konselor pendidikan menghimpun data gejala-gejala masalan atau
kesulitan yang dihadapi klien beserta hal-hal yang melatarbelakanginya dalam
rangka diagnosis untuk kemudian merumuskan prognosis (perkiraan masalah dan
bantuan yang diberikan) serta treatmen (bantuan pemecahan atau penyembuhan.
Studi kasus juga banyak dilakukan oleh profesi-profesi lain seperti pekerja
social, kesehatan, kepolisian, sosiolog, antropolog, psikolog untuk mengkaji
masalah gelandangan, epidemic yang sering menyerang suatu daerah, kriminalitas,
karakteristik atau perilaku kelompok-kelompok tertentu.
(Sukmadinata:2012:77-78)
BAB
III
PENUTUP
A.Simpulan
Penelitian deskriptif adalah suatu
bentuk penelitian yang paling dasar serta penelitian deskriptif juga merupakan
penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang
terjadi saat sekarang. Sedangkan studi kasus adalah metode untuk menghimpun dan
menganalisis data berkenaan dengan suatu kasus yang dihadapi oleh seseorang
individu atau kelompok yang sedang mengalami suatu kasus.
B.Saran
Untuk menyempurnakan Makalah ini perlu
kritik dan saran dari teman-teman sekalian untuk bahan Makalah selanjutnya agar
menjadi lebih baik atau menjadi lebih sempurnah.