KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat karunia dan rahmatnya makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu. Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah metodologi penelitian pendidikan dan sebagai acuan penilian dosen pengampuh terhadap pemahaman mahasiswa tentang metodologi penelitian.
Materi dalam makalah ini telah dipersempit menjadi dua materi saja yaitu pengertian penelitian tindakan kelas dan karakteristik penelitian tindakan kelas. Setelah membaca makalah ini diharapakan pembaca sedikit lebih memahami tentang penelitian tindakan kelas.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari titik kesempurnaan karena masih terkandung beberapa kekurangan. Olehnya itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk mengembangkan makalah ini.
Atas perhatiannya, penulis mengucapakan banyak terima kasih.
Makassar, 19 Desember 2012
Abdul Salam
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTA ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
BAB II PEMBAHASAN 2
A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 2
B. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 4
DAFTAR PUSTAKA 7
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Adapun yang melatarbelakangi penyusunan makalah ini yaitu supaya mahasiswa yang merupakan calon guru dapat mengetahui lebih lanjut apa dan bagaimana itu penelitian tindakan kelas (PTK). Selain daripada itu mahasiswa juga harus memahami karakteristik dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) supaya jika nanti menjadi guru dapat mengaplikasikannya di kelas secara optimal
B. Rumusan Masalah.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengertian dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Secara harfiah, penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa Inggris, yaitu Classrom Action Research, diartikan penelitian dengan tindakan yang dilakukan dikelas.
Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan beberapa pengertian PTK berikut.
PTK merupakan siasat guru dalam mengaplikasikan pembelajaran dengan berkaca pada pengalamnya sendiri atau dengan perbandingan dari guru lain. Lewin (Tahir 2012:77)
Menurut Bahri (2012:8) penelitian tindakan kelas merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengamati kejadian-kejadian dalam kelas untuk memperbaiki praktek dalam pembelajaran agar lebih berkualitas dalam proses sehingga hasil belajarpun menjadi lebih baik.
PTK secara lebih sistematis dibagi menjadi tiga kata yaitu penelitian, tindakan, dan kelas. Peneletian yaitu kegiatan mengamati suatu objek tertentu dengan menggunakan prosedur tertentu untuk menemukan data dengan tujuan meningkatkan mutu. Kemudian tindakan yaitu perlakuan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana dengan tujuan tertentu. Dan kelas adalah tempat di mana sekelompok peserta didik menerima pelajaran dari guru yang sama. (Suyadi,2012:18)
Secara bahasa ada tiga istilah yang berkaitan dengan penelitian tindakan keleas (PTK), yakni penelitian, tindakan, dan kelas. Pertama, penelitian adalah suatu perlakuan yang menggunakan metologi untuk memecahkan suatu masalah. Kedua, tindakan dapat diartikan sebagai perlakuan yang dilakukan oleh guru untuk memperbaiki mutu. Ketiga kelas menunjukkan pada tempat berlangsungnya tindakan. (Sanjaya,2010:25)
Menurut john Elliot PTK adalah peristiwa sosial dengan tujuan untuk meningkatkan kualiatas tindakan di dalamnya. Di mana dalam proses tersebut mencakup kegiatan yang menimbulkan hubungan antara evaluasi diri dengan peningkatan profesional. Sedangkan menurut kemmis dan Mc. Taggart mengatakan bahwa PTK adalah gerakan diri sepenuhnya yang dilakukan oleh peserta didik untuk meningkatkan pemahaman. (Sanjaya,2010:25)
Menurut Arikunto (Suyadi,2012:18), PTK adalah gabungan pengertian dari kata “penelitian, tindakan dan kelas”. Penelitian adalah kegiatan mengamati suatu objek, dengan menggunakan kaidah metodologi tertentu untuk mendapatkan data yang bermanfaat bagi peneliti dan dan orang lain demi kepentingan bersama. Selanjutnya tindakan adalah suatu perlakuan yang sengaja diterapkan kepada objek dengan tujuan tertentu yang dalam penerapannya dirangkai menjadi beberapa periode atau siklus. Dan kelas adalah tempat di mana sekolompok siswa belajar bersama dari seorang guru yang sama dalam periode yang sama.
Berdasarkan beberapa pemahaman mengenai PTK diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu pengamatan yang menerapkan tindakan didalam kelas dengan menggunakan aturan sesuai dengan metodologi penelitian yang dilakukan dalam beberapa periode atau siklus.
B. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Berdasarkan pada pengertian di atas, PTK memiliki karakterlistik tersendiri sebagai pembeda dengan penelitian-penelitian lainya. Adapun beberapa karakter tersebut adalah:
1. PTK hanya dilakukan oleh guru yang memahami bahwa proses pembelajaran perlu diperbaiki dan ia terpanggil jiwanya untuk memberikan tindakan-tindakan tertentu untuk membenahi masalah dalam proses pembelajaran dengan cara melakukan kolaborasi.
Menurut Usman (dalam Daryanto,2011:2) guru dengan kompetensi tinggi merupakan seorang yang memiliki kemampuan dan keahlian serta keterampilan dalam bidangnya. Sehingga Ia dapat melakukan fungsi dan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik dengan maksimal.
2. Refleksi diri, refleksi merupakan salah satu ciri khas PTK yang paling esensial. Dan ini sekaligus sebagai pembeda PTK dengan penelitian lainnya yang menggunakan responden dalam mengumpulkan data, sementara dalam PTK pengumpulan data dilakukan dengan refleksi diri. (Tahir,2012:80)
3. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di dalam “kelas” sehingga interaksi antara siswa dengan guru dapat terfokuskan secara maksimal. “Kelas” yang dimaksud di sini bukan hanya ruang yang berupa gedung, melainkan “tempat” berlangsungnya proses pembelajaran antara guru dan murid. (Suyadi,2012:6)
4. PTK bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran secara terus menerus. PTK dilaksakan secara berkesinambungan di mana setiap siklus mencerminkan peningkatan atau perbaikan. Siklus sebelumnya merupakan patokan untuk siklus selanjutnya. Sehingga diperoleh model pembelajaran yang paling baik. (Daryanto,2011:6)
5. PTK merupakan salah satu indikator dalam peningkatan profesionalisme guru, karena PTK memberi motivasi kepada guru untuk berfikir Kritis dan sistematis, membiasakan guru untuk menulis, dan membuat catatan yang dapat. Di mana semua itu dapat menunjang kemampuan guru dalam pembelajaran. (Daryanto,2011:6)
6. PTK bersifat fleksibel sehingga mudah diadaptasikan dengan keadaan kelas. Dengan demikian proses pembelajaran tidak monoton oleh satu model saja.(Tahir,2012:81)
7. PTKmenggunakaan metode kontekstuall. Artinya variable- variable yang akan dipahami selalu berkaitan dengan kondisi kelas itu sendiri. Sehingga data yang diperoleh hanya berlaku untuk kelas itu saja dan tidak dapat digeneralisasikan dengan kelas lain. (Tahir,2012:81)
8. PTK dalam pelaksanaannya terbikai dalam beberapa pembagian waktu atau siklus. (Sukardi,2011:212)
9. PTK tidak diatur secara khusus untuk memenuhi kepentingan penelitian semata. melainkan harus disesuaikan dengan program pembelajaran yang sedang berjalan di kelas tersebut. (Sanjaya,2010:34)
10. Menurut Ibnu (dalam Aqib,2009:16) memaparkan bahwa PTK memiliki karakteristik dasar yaitu:
a. Dalam pelaksanaan tindakan berdasarkan pada masalah yang dihadapi guru;
b. Adanya perpaduan dalam pelaksanaanya;
c. Peneeliti sebagai media yang melakukan refleksi;
d. Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik instruksional;
e. Dalam pelaksanaannya terbagi beberapa siklus atau periode.
DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Zainal. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Yrama Widya.
Bahri, Aliem. 2012. “Penelitian Tindakan Kelas”. Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar.
Daryanto. 2011. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah. : Yogyakarta : Gava Media.
Wardhani,Igak.2007.”Penelitian Tindakan Kelas”.Jakarta:Universitas Terbuka.
Sanjaya, Wina. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Suyadi. 2012. Buku Panduan Guru Profesional Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta : Andi.
Suyadi. 2012. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : Diva Press.
Sukardi. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Tahir, Muh.2012 “Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan”. Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar.
Tampilkan postingan dengan label abdul salam no.urt 18. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abdul salam no.urt 18. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Januari 2013
Rabu, 07 November 2012
tugas 2
1) Dari 6 penelitian yang mana termasuk penelitian kuantitatif dan kualitatif!
Jawab:
Penelitian Kualitatif Penelitian deskriptif
Studi kasus
Studi korelasi
Penelitian tindakan
Penelitian kuantitatif Penelitian survey
Penelitian eksperimen
2) Jelaskan yang dimaksud dengan variabel terikat dan variabel bebas !
Jawab:
Beberapa pengertian mengenai variabel bebas yaitu:
a. Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables) adalah variabel yang menyebabkan atau mempengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati. (http://penjagahati-zone.blogspot.com/2011/04/pengertian-variabel-dan-jenis-jenis.html)
b. Variabel bebas (independent variables) disebut juga variabel masukan (input), yang dimanipulasi, diberi perlakuan (treatment) atau dorongan (stimulus). Disebut juga demikian karena variabel ini “bebas” dari hasil itu sendiri, bahkan dianggap sebab hal yang menyebabkan, mengakibatkanatau mempengaruhi hasil tersebut. ( buku diktat)
Selain itu,
Beberapa pengertian mengenai variabel terikat yaitu:
a. Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables) adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
(http://penjagahati-zone.blogspot.com/2011/04/pengertian-variabel-dan-jenis-jenis.html)
b. Variabel terikat (dependent variables) disebut juga sebagai variabel hasil (output), akibat (outcome), atau tanggapan, jawaban (response). Disebut demikian karena variabel ini terikat atau tergantung pada variabel bebas, hasil atau akibat tersebut dapat dianggap tergantung pada bagimana variabel bebas tersebut ditangani atau dimanipulasi. (buku diktat)
3) Berikan satu contoh judul penelitian yang terdapat variabel bebas dan variabel terikat. Dan berikan alasannya!
Jawab: Contoh judul penelitian yang terdapat variabel bebas dan variabel terikat yaitu:
a. Judul Penelitian: Peningkatan Kreatifitas Guru Melalui Program Kelompok Kerja Guru (KKG) Kabupaten Pangkep.
b. Identifikasi variabel:
Variabel Bebas (X) : Program Kelompok Kerja Guru (KKG)
Variabel Terikat (Y) : kreatifitas guru
Program Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah variabel bebas, alasannya karena Program Kelompok Kerja Guru dapat mempengaruhi tingkat kreatifitas Guru. Sedangkan Kreatifitas Guru merupakan variabel terikat karena Kreatifitas Guru merupakan hasil atau akibat yang diperoleh dari Program Kelompok Kerja Guru.
Jawab:
Penelitian Kualitatif Penelitian deskriptif
Studi kasus
Studi korelasi
Penelitian tindakan
Penelitian kuantitatif Penelitian survey
Penelitian eksperimen
2) Jelaskan yang dimaksud dengan variabel terikat dan variabel bebas !
Jawab:
Beberapa pengertian mengenai variabel bebas yaitu:
a. Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables) adalah variabel yang menyebabkan atau mempengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati. (http://penjagahati-zone.blogspot.com/2011/04/pengertian-variabel-dan-jenis-jenis.html)
b. Variabel bebas (independent variables) disebut juga variabel masukan (input), yang dimanipulasi, diberi perlakuan (treatment) atau dorongan (stimulus). Disebut juga demikian karena variabel ini “bebas” dari hasil itu sendiri, bahkan dianggap sebab hal yang menyebabkan, mengakibatkanatau mempengaruhi hasil tersebut. ( buku diktat)
Selain itu,
Beberapa pengertian mengenai variabel terikat yaitu:
a. Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables) adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.
(http://penjagahati-zone.blogspot.com/2011/04/pengertian-variabel-dan-jenis-jenis.html)
b. Variabel terikat (dependent variables) disebut juga sebagai variabel hasil (output), akibat (outcome), atau tanggapan, jawaban (response). Disebut demikian karena variabel ini terikat atau tergantung pada variabel bebas, hasil atau akibat tersebut dapat dianggap tergantung pada bagimana variabel bebas tersebut ditangani atau dimanipulasi. (buku diktat)
3) Berikan satu contoh judul penelitian yang terdapat variabel bebas dan variabel terikat. Dan berikan alasannya!
Jawab: Contoh judul penelitian yang terdapat variabel bebas dan variabel terikat yaitu:
a. Judul Penelitian: Peningkatan Kreatifitas Guru Melalui Program Kelompok Kerja Guru (KKG) Kabupaten Pangkep.
b. Identifikasi variabel:
Variabel Bebas (X) : Program Kelompok Kerja Guru (KKG)
Variabel Terikat (Y) : kreatifitas guru
Program Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah variabel bebas, alasannya karena Program Kelompok Kerja Guru dapat mempengaruhi tingkat kreatifitas Guru. Sedangkan Kreatifitas Guru merupakan variabel terikat karena Kreatifitas Guru merupakan hasil atau akibat yang diperoleh dari Program Kelompok Kerja Guru.
tugas 1
PENGERTIAN DAN JENIS METODOLOGI PENELITIAN
NAMA : ABDUL SALAM
NIM : 105400416910
PGSD
FAKULTAS KEGURAUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2012
KATA PENGANTAR
Pertama-tama dan yang paling utama saya pantas bersyukur kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan saya ketekunan dalam mengerjakan tugas makalah ini, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Makalah ini dibuat sebagai bentuk pengenalan awal mengenai pengerjaan tugas dari mata kuliah “Metodologi Penelitian Pendidikan”. Makalah ini sebagai penilaian awal Dosen terhadap pemahaman mengenai penuisan karya ilmiah yang baik dan benar sesuai dengan standar dan ketentuan yang telah disepakati oleh banyak pihak.
Isi makalah ini akan disajikan materi yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca. Materi yang termuat dalam makalah ini tentunya mengandung nilai edukasi yang dapat membuat pembacanya terutama mahasiswa sedikit banyak memperoleh pengetahuan.
Saya sadar makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan. Olehnya itu saya berharap kritikan dan saran oleh pembaca guna perbaikan kami kedepannya.
Atas perhatian pembaca saya mengucapkan banyak terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Makassar, 17 oktober 2011
Abdul Salam
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Metodologi Penelitian Pendidikan 2
B. Jenis Metodologi Penelitian Pendidikan 3
BAB III PENUTUP
A. Simpulan 7
B. Saran 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makalah ini dibuat sebagai tugas awal mahasiswa kelas Va pgsd untuk mengetahui mengenai metodologi penelitian pendidikan. Makalah ini juga sebagai acuan dosen dalam penilaian pemahaman dasar mahasiswa terhadap penulisan karya ilmiah. Selain itu mahasiswa juga perlu mengasah diri dalam pembuatan karya ilmiah, karena mahasiswa yang orientasinya sebagai calon guru harus munguasai penulisan karya ilmiah. Guru nantinya akan dituntut kemampuan dalam menulis karya ilmiah sebagai evaluasi keprofesionalannya sebagai guru yang berkompeten dibidangnya.
B. Rumusan Masalah
Untuk memahami mengenai metode penelitian pendidikan kita harus terlebih dahulu tahu mengenai pertanyaan dasar yang akan timbul, yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan metodologi pendidakan ?
2. Apa saja jenis-jenis metodologi pendidikan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metodologi Penelitian Pendidikan
Di dunia pendidikan, terutama pada tahap semester akhir kata metodologi penelitan pendidikan merupakan kata yang populer diperbincangkan di kalangan sipitas akademika. Ada berbagai pemahaman mengenai pengertian metodologi penelitian tetapi secara garis besar semuanya sama.
Metodologi sendiri berarti ilmu mengenai cara-cara atau prosedur dan penelitian berarti mencari kembali atau dalam hal ini dapat disebut dengan riset. Dengan kata lain penelitian berarti mengungkapkan atau mencari kembali pengetahuan baik yang sudah ditemukan ataupun masih belum ditemukan. (Septian:2011)
Penelitian tidak lain adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu pemasalahan. Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitain. Yoseph dan Yoseph dalam sukardi (2011:3)
“Metodologi penelitan dapat diartikan sebagai kegiatan yang sistematis, direncanakan oleh para paneliti untuk memecahkan permasalahan yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi penilti itu sendiri”. (Sukardi,2011:17)
Dari beberapa difinisi diatas dapat diartikan bahwa metodologoi penelitian adalah ilmu yang mempelajari sesuatu dengan menggunakan aturan atau prosedur tertentu dalam menarik suatu kesimpulan yang dijadikan pemahaman.
Penelitian bukanlah suatu pekerjaan untuk memperkirakan atau memprediksi sesuatu kejadian melainkan pekerjaan yang dituntut pengamatan langsung sang peneliti. Proses yang panjang dan membutuhkan waktu yang cukup lama merupakan salah satu tantangan bagi peneliti. Yang lebih penting lagi sebuah penelitian harus bisa dipertanggungjwabkan oleh penelitinya, penelitian dalam bidang eksakta tentu harus bisa dibuktikan secara ilmiah dan penelitian pada bisang sosial tentunya harus berdasarkan pada fakta-fakta sosial yang ada.
B. Jenis-Jenis Metodologi Penelitian Pendidikan
Menurut sukardi (2011:13) secara garis besar, penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek bagaimana suatu bentuk penelitain dilihat dan dibedakan. Beberapa aspek tinjauan tersebut termasuk aspek tujuan, aspek metode, dan aspek bidang kajian.
1. Klasifikasi bentuk penelitian dari aspek tujuan ada dua yaitu:
a. Penelitian dasar.
Suatu bentuk penelitian dikatakan penelitian dasar apabila para peneliti yang melakukan penelitian mempunyai tujuan perluasan ilmu dengan tanpa memikirkan pada pemanfaatan hasil penelitian tersebut untuk manusia maupun masyarakat.
b. Penelitian terapan atau sering disebut sebagai applied research.
Para peneliti dalam hal ini mengadakan penelitian atas dasar permasalahan yang signifikan dan hidup di masyarakat sekitarnya. Tujuan para peneliti yang utama adalah pemecahan masalah dan hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individual maupun secara kelompok maupun keperluan industri atau pengusaha dan bukan untuk wawasan keilmuan. Penelitian terapan ini pada umumnya, setting yang digunakan juga persoalan di sekitar manfaatnya untuk manusia. Oleh karena itu, sudah wajar jika hasilnya juga berupa jawaban yang nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang bersangkutan.
2. Berdasarkan metodenya, penelitian dibagi menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut.
a. Penelitian sejarah
Penelitian historik berusaha mengkaji peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau. Penelitian jenis ini berdasarkan pada gambaran tertulis maupun tidak tertulis dari objek penelitian. Tujuannya adalah membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif. Misalnya mengenai urutan bangsa-bangsa asing yang menjajah Indonesia dulu.
b. Penelitian Survei
Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi yang sama atau sejenisnya dari berbagai kelompok atau orang dengan angket atau wawancara. Misalnya mengenai figur yang diperkirakan akan memenangi sebuah pemilukada.
c. Penelitian deskriptif.
Pada penelitian deskriptif ini, para peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Penelitian deskriptif ini juga disebut penelitian praeksperimen. Karena dalam penelitian ini mereka melakukan eksplorasi, menggambarkan, dengan tujuan untuk dapat menerangkan dan memprediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atas dasar data yang diperoleh di lapangan.
d. Penelitian ex-postfakto
Penelitaian ini disebut penelitian ex-postfakto karena para peneliti berhubungan dengan variabel yang terjadi dan mereka tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang diteliti. Pada penelitian ini variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable) sudah dinyatakan secara eksplisit, untuk kemudian dihubungkan sebagai penelitian korelasi atau diprediksi jika varibel bebas mempunyai pengaruh tertentu pada variabel terikat. Sedangkan untuk mencari hubungan maupun prediksi, seorang peneliti sudah dianjurkan menggunakan hipotesis sebagai petunjuk petunjuk dalam pemecahan permasalahan penelitian.
3. Klasifikasi penelitaian menurut kajian ayau bidang garapan.
a. Penelitian kependidikan
Bidang garapan yang menjadi pokok penelitian adalah menekankan pada sekitar masalah pendidikan, baik yang mencakup faktor internal pendidikan maupun faktor ekternal.
b. Penelitian nonkependidikan
Penelitian nonkependidikan ini mempunyai cakupan yang luas sekali seluas bidang keahlian dan variasi dari para pembaca, dapat dimasukkan sebagai penelitian nonkependidikan. Untuk memberikan semacam acuan di bawah diberikan kemungkinan contoh-contoh penelitian nonkependidikan: penelitian sosial, ekonomi, politik, kebijakan pemerintah, sejarah, antropologi, pertanian, teknologi, agama, peradaban masyarakat, dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Metodologi penelitian pendidikan mempunyai ragam definisi tetapi tetap mempunyai hakikat yang tidak berbeda. Metodologi penelitian pendidikan merupakan suatu ilmu yang digunakan untuk mencari, menemukan, menguji data sehingga bisa memperoleh suatu kesimpulan.
Dalam melaksanakan suatu penelitian peneliti harus menempuh proses yang didalamnya terdapat cara, metode dan alat apa yang akan digunakan untuk peneltian tersebut.
Penelitian pun mempunyai banyak jenis dan ragam, pada tulisan diatas dimuat beberapa contoh penelitian seperti penelitan berdasarkan aspek tujuannya, aspek metodenya, dan berdasakan aspek kajian atau bidang garapannya
B. Saran
Semoga pembaca dapat memperoleh manfaat dari makalah ini, dan untuk segala kurangnya penyusun membuka pintu kritik dan saran demi perbaikan kualitas kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Septian, Adi Cahyo. 2011. “Metodologi Penelitian Pendidikan”. http://diecahyouinyogya.blog.com/metode-penelitian-pendidikan/. Sabtu 13 Oktober 2012.
Sukardi.2011.metodologi penelitian pendidikan.Jakarta.Bumi Aksara
NAMA : ABDUL SALAM
NIM : 105400416910
PGSD
FAKULTAS KEGURAUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2012
KATA PENGANTAR
Pertama-tama dan yang paling utama saya pantas bersyukur kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan saya ketekunan dalam mengerjakan tugas makalah ini, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Makalah ini dibuat sebagai bentuk pengenalan awal mengenai pengerjaan tugas dari mata kuliah “Metodologi Penelitian Pendidikan”. Makalah ini sebagai penilaian awal Dosen terhadap pemahaman mengenai penuisan karya ilmiah yang baik dan benar sesuai dengan standar dan ketentuan yang telah disepakati oleh banyak pihak.
Isi makalah ini akan disajikan materi yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca. Materi yang termuat dalam makalah ini tentunya mengandung nilai edukasi yang dapat membuat pembacanya terutama mahasiswa sedikit banyak memperoleh pengetahuan.
Saya sadar makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan. Olehnya itu saya berharap kritikan dan saran oleh pembaca guna perbaikan kami kedepannya.
Atas perhatian pembaca saya mengucapkan banyak terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Makassar, 17 oktober 2011
Abdul Salam
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Metodologi Penelitian Pendidikan 2
B. Jenis Metodologi Penelitian Pendidikan 3
BAB III PENUTUP
A. Simpulan 7
B. Saran 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makalah ini dibuat sebagai tugas awal mahasiswa kelas Va pgsd untuk mengetahui mengenai metodologi penelitian pendidikan. Makalah ini juga sebagai acuan dosen dalam penilaian pemahaman dasar mahasiswa terhadap penulisan karya ilmiah. Selain itu mahasiswa juga perlu mengasah diri dalam pembuatan karya ilmiah, karena mahasiswa yang orientasinya sebagai calon guru harus munguasai penulisan karya ilmiah. Guru nantinya akan dituntut kemampuan dalam menulis karya ilmiah sebagai evaluasi keprofesionalannya sebagai guru yang berkompeten dibidangnya.
B. Rumusan Masalah
Untuk memahami mengenai metode penelitian pendidikan kita harus terlebih dahulu tahu mengenai pertanyaan dasar yang akan timbul, yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan metodologi pendidakan ?
2. Apa saja jenis-jenis metodologi pendidikan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metodologi Penelitian Pendidikan
Di dunia pendidikan, terutama pada tahap semester akhir kata metodologi penelitan pendidikan merupakan kata yang populer diperbincangkan di kalangan sipitas akademika. Ada berbagai pemahaman mengenai pengertian metodologi penelitian tetapi secara garis besar semuanya sama.
Metodologi sendiri berarti ilmu mengenai cara-cara atau prosedur dan penelitian berarti mencari kembali atau dalam hal ini dapat disebut dengan riset. Dengan kata lain penelitian berarti mengungkapkan atau mencari kembali pengetahuan baik yang sudah ditemukan ataupun masih belum ditemukan. (Septian:2011)
Penelitian tidak lain adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu pemasalahan. Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitain. Yoseph dan Yoseph dalam sukardi (2011:3)
“Metodologi penelitan dapat diartikan sebagai kegiatan yang sistematis, direncanakan oleh para paneliti untuk memecahkan permasalahan yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi penilti itu sendiri”. (Sukardi,2011:17)
Dari beberapa difinisi diatas dapat diartikan bahwa metodologoi penelitian adalah ilmu yang mempelajari sesuatu dengan menggunakan aturan atau prosedur tertentu dalam menarik suatu kesimpulan yang dijadikan pemahaman.
Penelitian bukanlah suatu pekerjaan untuk memperkirakan atau memprediksi sesuatu kejadian melainkan pekerjaan yang dituntut pengamatan langsung sang peneliti. Proses yang panjang dan membutuhkan waktu yang cukup lama merupakan salah satu tantangan bagi peneliti. Yang lebih penting lagi sebuah penelitian harus bisa dipertanggungjwabkan oleh penelitinya, penelitian dalam bidang eksakta tentu harus bisa dibuktikan secara ilmiah dan penelitian pada bisang sosial tentunya harus berdasarkan pada fakta-fakta sosial yang ada.
B. Jenis-Jenis Metodologi Penelitian Pendidikan
Menurut sukardi (2011:13) secara garis besar, penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek bagaimana suatu bentuk penelitain dilihat dan dibedakan. Beberapa aspek tinjauan tersebut termasuk aspek tujuan, aspek metode, dan aspek bidang kajian.
1. Klasifikasi bentuk penelitian dari aspek tujuan ada dua yaitu:
a. Penelitian dasar.
Suatu bentuk penelitian dikatakan penelitian dasar apabila para peneliti yang melakukan penelitian mempunyai tujuan perluasan ilmu dengan tanpa memikirkan pada pemanfaatan hasil penelitian tersebut untuk manusia maupun masyarakat.
b. Penelitian terapan atau sering disebut sebagai applied research.
Para peneliti dalam hal ini mengadakan penelitian atas dasar permasalahan yang signifikan dan hidup di masyarakat sekitarnya. Tujuan para peneliti yang utama adalah pemecahan masalah dan hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individual maupun secara kelompok maupun keperluan industri atau pengusaha dan bukan untuk wawasan keilmuan. Penelitian terapan ini pada umumnya, setting yang digunakan juga persoalan di sekitar manfaatnya untuk manusia. Oleh karena itu, sudah wajar jika hasilnya juga berupa jawaban yang nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang bersangkutan.
2. Berdasarkan metodenya, penelitian dibagi menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut.
a. Penelitian sejarah
Penelitian historik berusaha mengkaji peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau. Penelitian jenis ini berdasarkan pada gambaran tertulis maupun tidak tertulis dari objek penelitian. Tujuannya adalah membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif. Misalnya mengenai urutan bangsa-bangsa asing yang menjajah Indonesia dulu.
b. Penelitian Survei
Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi yang sama atau sejenisnya dari berbagai kelompok atau orang dengan angket atau wawancara. Misalnya mengenai figur yang diperkirakan akan memenangi sebuah pemilukada.
c. Penelitian deskriptif.
Pada penelitian deskriptif ini, para peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Penelitian deskriptif ini juga disebut penelitian praeksperimen. Karena dalam penelitian ini mereka melakukan eksplorasi, menggambarkan, dengan tujuan untuk dapat menerangkan dan memprediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atas dasar data yang diperoleh di lapangan.
d. Penelitian ex-postfakto
Penelitaian ini disebut penelitian ex-postfakto karena para peneliti berhubungan dengan variabel yang terjadi dan mereka tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang diteliti. Pada penelitian ini variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable) sudah dinyatakan secara eksplisit, untuk kemudian dihubungkan sebagai penelitian korelasi atau diprediksi jika varibel bebas mempunyai pengaruh tertentu pada variabel terikat. Sedangkan untuk mencari hubungan maupun prediksi, seorang peneliti sudah dianjurkan menggunakan hipotesis sebagai petunjuk petunjuk dalam pemecahan permasalahan penelitian.
3. Klasifikasi penelitaian menurut kajian ayau bidang garapan.
a. Penelitian kependidikan
Bidang garapan yang menjadi pokok penelitian adalah menekankan pada sekitar masalah pendidikan, baik yang mencakup faktor internal pendidikan maupun faktor ekternal.
b. Penelitian nonkependidikan
Penelitian nonkependidikan ini mempunyai cakupan yang luas sekali seluas bidang keahlian dan variasi dari para pembaca, dapat dimasukkan sebagai penelitian nonkependidikan. Untuk memberikan semacam acuan di bawah diberikan kemungkinan contoh-contoh penelitian nonkependidikan: penelitian sosial, ekonomi, politik, kebijakan pemerintah, sejarah, antropologi, pertanian, teknologi, agama, peradaban masyarakat, dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Metodologi penelitian pendidikan mempunyai ragam definisi tetapi tetap mempunyai hakikat yang tidak berbeda. Metodologi penelitian pendidikan merupakan suatu ilmu yang digunakan untuk mencari, menemukan, menguji data sehingga bisa memperoleh suatu kesimpulan.
Dalam melaksanakan suatu penelitian peneliti harus menempuh proses yang didalamnya terdapat cara, metode dan alat apa yang akan digunakan untuk peneltian tersebut.
Penelitian pun mempunyai banyak jenis dan ragam, pada tulisan diatas dimuat beberapa contoh penelitian seperti penelitan berdasarkan aspek tujuannya, aspek metodenya, dan berdasakan aspek kajian atau bidang garapannya
B. Saran
Semoga pembaca dapat memperoleh manfaat dari makalah ini, dan untuk segala kurangnya penyusun membuka pintu kritik dan saran demi perbaikan kualitas kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Septian, Adi Cahyo. 2011. “Metodologi Penelitian Pendidikan”. http://diecahyouinyogya.blog.com/metode-penelitian-pendidikan/. Sabtu 13 Oktober 2012.
Sukardi.2011.metodologi penelitian pendidikan.Jakarta.Bumi Aksara
Langganan:
Postingan (Atom)