Tampilkan postingan dengan label Sri Wahyuni 27. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sri Wahyuni 27. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2013

Prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas



KATA PENGANTAR

            Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayahnya sehingga makalah ini dapat saya selesaikan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya mengangkat judul yaitu “PRINSIP – PRINSIP PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)”.
            Dalam peyusunan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat didalam makalah ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah berikutnya.
            Penulis juga ingin mengucapkan  rasa terima kasih kepada dosen pembimbing metodologi penelitian pendidikan dan teman- teman yang telah membantu saya dalam penyusunan makalah ini. 

Maros,     Desember 2012
                                                                                                                                    Penyusun

 
DAFTAR ISI
                                                                                                                    Halaman
KATA PENGANTAR .............................................................................          i
DAFTAR ISI ...........................................................................................          ii
BAB  I                    Pendahuluan
A.     Latar Belakang ......................................................          1
B.     Rumusan Masalah .................................................          1
BAB II                    Pembahasan .............................................................          2
A.     Prinsip – prinsip penelitian tindakan kelas (PTK) ....          2
BAB III                  Penutup ....................................................................          8
A.     Simpulan ..............................................................          8
B.     Saran .....................................................................         8
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................         10



 BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Penelitian tindakan kelas dilatar belakangi oleh tuntutan akan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas diharapkan terwujud melalui pengembangan dan peningkatan dari para pelaksana pendidikan.
Agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik tanpa menganggu tugas utama dari seorang guru, dibutuhkan prinsip yaitu apa yang harus ada tanpa menganggu apa yang menjadi tugas utama dari guru. Bahkan prinsip ini diharapkan agar PTK dapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilaksanakan tanpa mengganggu komitmennya sebagai pengajar. Artinya dalam pelaksanaannya PTK tetap mempunyai pedoman-pedoman dasar yang tidak boleh untuk dilanggar oleh guru.
Hal ini agar pelaksanaan PTK tetap dapat terlaksana dengan baik tetapi tetap sesuai dengan apa yang telah direncanakan tanpa menganggu apa yang menjadi tujuan dari guru secara formal
B.     Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu apa prinsip –prinsip dari penelitian tindakan kelas (PTK) ?

 
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Prinsip-Prinsip Penelitian Tindakan Kelas
“Prinsip adalah suatu pegangan. Dan salah satu fungsi pegangan adalah untuk pedoman”. (suyadi, 2012 : 29)
Dalam melakukan suatu penelitian terutama dalam penelitian tindakan kelas (PTK) seorang peneliti memerlukan sebuah informasi yang benar kejelasannya,tidak boleh bersifat dugaan atau bahkan menduga- duga tapi seorang peneliti harus terjung langsung kelapangan untuk meneliti suatu masalah yang dialami oleh sekolah atau lembaga tertentu untuk mengetahui masalah atau kendala apa yang sedang mereka hadapi kemudian kita mencarikan solusi yang tepat dari masalah yang dialaminya. Selain dari pada ini peneliti juga harus memahami dan menerapkan apa yang dilakukan dapat berhasil dengan baik dengan memperhatikan sejumlah prinsip-prinsip atau pedoman yang harus dipenuhi. (Arikunto dkk, 2009 : 6)
Dalam melakukan  penelitian tindakan kelas  terdapat sejumlah prinsip-prinsip atau pedoman yang harus dipenuhi. Adapun prinsip-prinsip yang dimaksud adalah sebagai berikut. ( suyadi,2012:6)
1.      PTK dilakukan dalam lingkungan pembelajaran alamiah.
Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan secara alamiah yang berarti penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan alamiah tanpa harus mengganggu pembelajaran apalagi mengubah model atau metode pembelajaran. Artinya PTK ini dilaksanakan pada saat jam pelajaran berlangsung atau dapat dilakukan secara tersirat, dalam hal ini penelitian tindakan kelas tidak mengambil waktu khusus baik sebelum, selama atau setelah pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan bersamaan (seiring) dengan waktu mengajar guru  (Suyadi, 2012:30)

2.      Adanya kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja
Penelitian tindakan kelas ini berfungsi untuk memperbaiki kinerja guru dalam proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan karena masih adanya kekurangan pada saat melakukan pembelajaran sehingga  dimunculkan PTK  untuk memperbaiki kasus/kendala yang dialami oleh siswa. misalnya,  kurangnya minat siswa untuk belajar,  disinilah di butuhkan peran  guru untuk membantu siswa membangkitkan minat siswa belajar dengan menggunakan pendekatan / strategi. seperti, dengan menggunakan pendekatan, model –model pembelajaran yang sesuai materi yang diajarkan.(Arikunto,dkk. 2009, 6-7)
3.      Mengunakan Analisis SWOT sebagai Dasar Tindakan
Menurut Arikunto (2006 : 7) dalam Suyadi (2012: 33) penelitian tindakan kelas (PTK) harus dimulai dengan melakukan analisis SWOT, yaitu strength (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunity (kesempatan), dan threat (ancaman)”.

        Dalam penelitian tindakan kelas analisis SWOT sangat dibutuhkan karena dalam penelitian guru harus memperhatikan strengh (kekuatan) dan weakness (kelemahan) guru dan siswa. setelah itu, guru memasukkan unsur opportunity (kesempatan), dan threat (ancaman). Dari keempat pernyataan diatas barulah penelitian tindakan kelas dapat berjalan dengan baik yaitu apabila guru dan siswa sejalan maksudnya guru dan siswa memiliki keselarasan dalam melaksanakannya. ( suyadi, 2012:33)

4.      Upaya Empiris dan Sistemik
Upaya empiris dan sistemik merupakan prinsip yang baru dapat dilaksanakan bila ketiga prinsip sebelumnya telah dilaksanakan. Analisis empiris ini telah dilaksanakan apabila kita telah melaksanakan tindakan. Dapat dilakukan secara konkrit. Sistem pendidikan pun merupakan hal yang saling terkait satu sama lain. Yang artinya tidak dapat terlaksana dengan baik apabila ada satu hal yang tidak terlaksana, seperti bila kita ingin mengajar dengan baik tentu ada hal lain yang dipertimbangkan tidak hanya persoalan guru tetapi juga termasuk persoalan media, metode dan model pembelajaran serta situasi yang mendukung keterlaksanaanya.  Dalam upaya empiris ini berkaitan dengan pengalaman.(Arikunto,dkk, 2009: 8)

5.      Ikuti Prinsip SMART dalam perencanaan.
Dalam hal ini SMART merupakan singkatan dari lima huruf yang mempunyai arti yag besar dalam perencanaan PTK, yaitu
a.       Smart : spesific, khusus atau tidak terlalu umum
b.      Managable : dapat dikelola
c.       Acceptable : dapat diterima
Achievable : dapat dijangkau
d.      Realistic : operasional, tidak dilua jangkauan
e.       Time-bound : diikat oleh waktu, terencana
 Yang artinya guru/peneliti dalam menyusun rencana tindakan harus memperhatikan hal-hal yang ada didalam SMART. Dalam hal ini unsur yang ketiga yaitu acceptable adalah bagian yang sangat penting, karena segala rencana yang ada tidak berjalan dengan baik apabila hal tersebut tidak dapat diterima oleh subjek yang diminta melakukan sesuatu oleh pendidik/guru.(Arikunto,dkk, 2009: 8)
 Menurut Hopkins dalam Tahir (2011:82), terdapat 6 prinsip penelitian tindakan kelas. Prinsip-prinsip terebut adalah sebagai berikut:
1.        Guru hendaknya tidak meninggalkan tugas utamanya, dan diharpkan mampu untuk terus memperbaiki kulaitas kinerjanya
2.        Teknik pengumpulan data dilaksanakan berkolaborasi denga jam mengajar, dengan cara sesederhana mungkin tetapi tetap dapat dibuktikan secara metodologis.
3.        Metologi yang digunakan hendaknya dapat dipertanggung jawabkan reliabilitasnya dan sesuai dengan kaidah keilmuan.
4.        Masalah yang terungkap adalah masalah yang aktual sehingga inovasi yang dituntut dari guru dapat terus meningkat
5.        Pelaksanaan PTK mengidahkan tata krama kehidupan berorganisasi. Artinya, PTK harus melibatkan kolaborasi dari tenaga pendidik lain agar tujuan yang ingin dicapai dapat maksimal.
6.        Permasalahan hendaknya tidak meluas sehingga guru dapat benar-benar melaksanakan PTK dengan maksimal sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan siswa. Pelaksanaannya pun haruslah dapat melibatkan pihak yang terkait.

Menurut Hopkins (1992) dalam bahri (2012,10) berdasarkan dari pengertian penelitian tindakan kelas (PTK) dapat dicari tahu bahwa apa sajakah prinsip -  prinsip dari penelitian tindakan kelas (PTK) ? Nah, dari sini dapat dijelaskan prinsip – prinsip penelitian tindakan  kelas (PTK) yaitu sebagai berikut:
1.      Penelitian tindakan kelas tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar di dalam kelas apa bila pembelajaran sedang berlangsung karena penelitian ini bersifat reflektif dimana seorang calon guru dapat melakukan tindakan – tindakan yang dapat memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran didalam kelas secara profesional.
2.      Dalam proses pengumpulan data tidak diperlukan waktu yang lama sebisa mungkin waktu yang digunakan tidak berlebihan sehingga tidak megganggu proses pembelajaran.

3.      Dalam memilih sebuah metode, metode yang digunakan yaitu metode yang dapat merumuskan hipotesis yang dapat meyakinkan serta strategi yang digunakan yaitu strategi yang dapat diterapkan di dalam kelas dan dapat menjawab hipotesis yang telah dikemukankan.

4.      Masalah penelitian yang diangkat diusahakan masalah guru yang memang benar – benar tidak dapat diselesaikan.sehingga dari penelitian ini ada solusi yang tepat digunakan dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik yang profesional.

5.      Dalam melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) seorang guru harus konsisten terhadap yang ditelitinya dan memiliki etika yang baik dalam melakukan pekerjaannya sesuai dengan kaidah –kaidah ilmiah.

6.      Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) seorang guru wajib memiliki wawasan yang luas dari pada perspektif kelas sehingga dalam meneliti bukan hanya permasalahan yang ada dalam kelas saja yang ditelitinya tapi dapat melihat dari segi visi dan misi sekolah tersebut. (Bahri,2012:10)



BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
                             Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperbaiki mutu, kualitas pembelajaran yang ada di dalam kelas.
             Tujuan dari penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu untuk mengembangkan dan meningkatkan keprofesionalan guru dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya dalam proses belajar mengajar.
            Adapun prinsip – prinsip dari penelitian tindakan kelas yaitu untuk tidak mengganggu proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Dalam melakukan penelitian waktu yang digunakan juga tidak boleh berlebihan, metode yang digunakan harus dapat meyakinkan dan mampu menjawab hipotesis, masalah yang diteliti juga masalah yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran. Tapi, dalam melakukan penelitian tindakan kelas peneliti juga harus memperhatikan visi dan misi dari sekolah yang diadakan penelitian.
B.     Saran  

  
 
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, Supardi. 2009. Penelitian Tindakan Kelas . Jakarta: Bumi Aksara
Bahri,  Aliem. 2012. “Bahan Ajar Penelitian Tindakan Kelas”. Makassar :                Unismuh
Suyadi . 2012. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : Diva Press
Suyadi . 2012. Buku Panduan Guru Profesional. Yogyakarta: Andi
Tahir, Muh. 2011. Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan. Makassar:    Unismuh

Rabu, 07 November 2012

Pengertian dan Jenis-jenis Metodologi Penelitian Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kemajuan jaman dewasa ini, sudah semakin pesat hal ini mendorong manusia untuk terus dapat menambah pengetahuannya agar dapat menyesuaiakan diri terhadap lingkungan. Metode penelitian pendidikan dapat membantu kita untuk mengahadapi kemajuan jaman karena metodologi penelitian pendidikan bisa memberikan banyak manfaat untuk kita.
            Metode penelitian pendidikan adalah cara yang secara ilmiah digunakan untuk menguji data untuk menarik suatu kesimpulan, seperti seorang guru yang melakukan analisi kepada murid-muridnya untuk mengetahui kemampuan murid-muridnya.
                                                                          
B.  Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian metodologi penelitian pembelajaran?
2.      Jenis-jenis metodologi pendidikan?



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Metodologi Penelitian Pendidikan.
“Kata metodologi (metodologi penelitian), dalam Bahasa Inggris berasal dari dua kata yakni method dan logical. Method (metode) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti (1) cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan; (2) sikap sekelompok sarjana terhadap bahasa atau linguistik, misalnya metode preskriptif, dan komparatif. Logical berarti sesuai dengan logika, benar menurut penalaran dan masuk akal. Sedangkan penelitian dalam Bahasa Inggris yaitu research. Re berarti kembali dan search berarti  pencarian. Jika digabungkan maka research berarti pencarian kembali”. (blogspot:2008,11/15:30)

Sehingga dapat kita tarik kesimpulan bahwa metodologi penelitian adalah cara-cara yang masuk akal untuk melakukan pencarian kembali. Dapat juga dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah prosedur yang dipakai dalam melakukan suatu penelitian, dapat mengenai langkah-langkah kerja atau urutan.

Ada pula pengertian METODOLOGI PENELITIAN yaitu Ilmu tentang metode teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data guna memperoleh pengetahuan dengan prosedur yang terpercaya.
            Penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang berguna dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai proses pendidikan

B.     Jenis-jenis Metodologi penelitian pendidikan

a.       “Berdasarkan tujuan penelitian
1.      Penelitian Dasar( fundamental research ) atau Basic Reseach
Penelitian dasar menurut Dane (2006) adalah penelitian yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan atau technologi dasar. Menurut D.R Cooper dan C.W.Emory (2007) penelitian dasar adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu activitas. Julia, Brannen (2008) menyatakan bahwa penelitian dasar atau sering disebut penelitian murni atau basic research  merupakan yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan.
Penelitian dasar selanjutnya dapat diklasifikasikan berdasarkan pendekatan yang digunakan dalam pengembangan teori, yaitu:

1.      Penelitian Deduktif
Adalah tipe penelitian yang bertujuan menguji (testing) hipotesis melalui validasi teori atau pengujian aplikasi teori pada keadaan tertentu.
2.      Penelitian Induktif
Merupakan tipe penelitian yang mempunyai tujuan mengembangkan teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta. Tipe ini menekankan pada pengungkapan fakta.
Kemudian menurut F.C. Dane. (2000), berdasarkan tujuan penelitian dibedakan menjadi 3 yaitu:
1.      Penelitian Eksploratif
Penelitian eksploratif adalah penelitian yang berusaha menemukan sebab akibat dari suatu peristiwa atau kejadian. Penelitian eksploratuf dapat pula diartikan sebagai penelitian yang bertujuan menemukan problematika baru.

2.      Penelitian Pengembangan (Developmental)
Penelitian pengembangan adalh penelitian yang berusaha mengadakn percobaan dan penyempurnaan terhadap sesuatu yang telah ada.
3.      Penelitian Verifikatif
Penelitian verifikatif adalah yang mengecek kebenaran hasil penelitian lain pada tempat sama tetapi waktu berbeda (F.C. Dane. 2000). Pengertian lain verifikatif adalah penelitian yang bertujuan menguji kebenaran suatu pengetahuan atau teori.”(dkk,sangadji,2010:18 )

b.      Berdasarkan Sifat dan Jenis Data
“Berdasarkan sifat dan tujuannya, ada 3 jenis penelitian ditinjau dari jenis data, yaitu:
1.      Penelitian Opini (Opinion Research)
a.       Pengertian
Peneliyian opini adalah penelitian terhadap fakta berupa opini atau pendapat orang (responden) data yang diteliti dapat berupa pendapat responden secara individu atau kelompok.
b.      Tujuan
Tujuan penelitian adalah menyelidiki  pandangan, resepsi, atau penelitian responden terhadap masalah  tertentu yang berupa tangapan responden terhadap diri responden atau kondisi lingkungan dan perubahannya.

2.      Penelitian Empiris
Penelitian empiris adalah penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh berdasarkan observasi atau pengalaman. Penelitian empiris pada umumnya lebih menekankan pada penyelidikan aspek perilaku terhadap opini. Objek yang diteliti lebih ditekankan pada kejadian sebenarnya daripada persepsi orang mengenai kejadian. Studi kasus dan lapangan serta penelitian eksperimen merupakan contoh tipe penelitian ini.

3.      Penelitian Arsip (Arcival research)
Penelitian arsip adalah penelitian terhadap fakta  tertulis (dokumen) atau berupa arsip data. Dokumen arsip yang diteliti berdasarkan sumbernya dapat berasal dari internal (arsip dan catatan orisinal yang diperoleh suatu organisasi) atau berasal dari data eksternal, yaitu publikasi data yang diperoleh melalui orang lain.”(dkk,sopiah,2010:20 )



 





       BAB III
       PENUTUP

A.    Simpulan
Metodologi pendidikan adalah cara-cara yang masuk akal untuk melakukan pencarian kembali. Dapat juga dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah prosedur yang dipakai dalam melakukan suatu penelitian, dapat mengenai langkah-langkah kerja atau urutan.
Metodologi pendidikan terbagi beberapa jenis diantaranya, berdasarkan tujuan penelitian yang terbagi menjadi: a. penelitian deduktif, b. penelitian induktif, c. penelitian terapan yang menurut F.C Dane (2000) berdasarkan tujuannya terbagi menjadi: a. penelitian eksploratif, penelitian pengembangan dan c. penelitian verifikatif. Serta penelitian berdasarkan sifat dan jenis data terbagi menjadi: a. penelitian opini, b.penelitian empiris, c. penelitian arsip.

B.     Saran
Penyusun sadar makalah ini masih terdapat banyak kekurangan oleh karena itu penyusun mengharapkan masukan dari pembaca agar penyusun dapat memperbaiki makalah ini sehingga menjadi lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA

Sangadji, E.M., dan M. M., Sopiah, 2010, Metodologi Penelitian pendekatan praktis dalam penelitian. Yogyakarta: penerbit Andi
Penelitian dasar menurut Dane (2006)
technologi dasar. Menurut D.R Cooper dan C.W.Emory (2007)
penelitian dasar menurut Julia, Brannen (2008)
penelitian berdasarkan tujuan F.C. Dane. (2000)