Rabu, 30 Januari 2013

Tugas 3, Prosedur Penelitian Tindakan Kelas


PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS


ANDI RIZKY AMELIA
105400417210





PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
MAKASSAR



KATA PENGANTAR


Pertama – tama penulis ingin memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt, atas segala rahmat dan petunjuk nya, dalam proses pembuatan makalah ini dari awal hingga akhir pembuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini.
Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman dalam belajar para mahasiswa dan sebagai pedoman dalam berdiskusi . Untuk memenuhi maksud tersebut pemakalah mengumpulkan data dari beberapa sumber seperti buku pegangan mahasiswa , media cetak dan juga media elektronik untuk dijadikan pembahasan pada materi makalah ini dengan materi tugas berjudul prosedur penelitian tindakan kelas .
Dalam penyusunan makalah penulis tak jarang mengalami beberapa kendala seperti keterbatasan materi maupun proses pengembangan materi itu sendiri . oleh karena itu makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, kritik dan saran dari bapak/ibu dosen dan teman teman sangat kami harapkan.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.            Ibu Andi Sahtiani Tahrir, S.Pd, M.Pd (Dosen Metedologi Penelitian Pendidikan)
2.            Orang tua serta teman – teman yang telah memberikan dorongan dan membantu saya menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan baik.


Akhirnya pemakalah mengharapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi pembacanya khususnya bagi rekan – rekan mahasiswa .

Makassar, 16 Oktober 2012

                                                                                                                        ANDI RIZKY AMELIA




BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang

Salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah penelitian, oleh karena itu, banyak dosen ataupun mahasiswa yang melakukan penelitian dalam pendidikan. Penelitian itu ada yang bersifat  mandiri maupun yang bersifat proyek. Banyak kita lihat penelitian para dosen maupun mahasiswa dilaksanakan dilaboraterium, kelas, bahkan terjun langsung ke lapangan.
Penelitian pendidikan hendaknya dilaksanakan secara sitematis, logis, dan secara berencana. Secara sistematis artinya berdasarkan pola dan teknik tertentu serta sesuai dengan aturan – aturan ilmiah dalam penelitian pada umumnya. Logis atrinya dilaksanakan berdasarkan logika berfikir ilmiah dengan menggunakan langkah – langkah pemecahan masalah dan prinsip- prinsip teori penelitian. Sedangkan secara berencana, yaitu  betul- betul direncanakan secara sengaja tentang apa yang akan diteliti, bagaimana cara meneliti, kapan diadakan penelitian, siapa yang menelitinya, mengapa hal itu diteliti, dimana tempat atau lokasinya penelitian, dan sebagainya.
Pada dasarnya ada beragam penelitian yang dapat dilakukanoleh guru, misalnya penelitian deskriptif, penelitian eksperimen, dan penelitian tindakan. Di anatara jenis penelitian tersebut yang diutamakan dan disarankan adalah penelitian tindakan. Dari namanya sendiri sudah dapat ditebak, bahwa dalam penelitian tindakan terdapat kata tindakan, artinya dalam hal ini guru melakukan sesuatu. Arah dan tujuan penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru sudah jelas, yaitu demi kepentingan peserta didik dalam memperoleh hasil belajar yang memuaskan (jadi bukanlah kepentingan guru).
Dikarenakan tindakan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka harus berkaitan dengan pembelajaran. Denan kata lain, penelitian tindakan kelas ini harus menyangkut upaya guru dalam bentuk proses pembelajaran. Namun demikian, ada hal yang sangat perlu dipahami bahwa penelitian tindakan kelas bukan sekedar mengajar seperti biasanya, tetapi harus mengandung suatu pengertian, bahwa tindakan yang dilakukan didasarkan atas upaya meningkatkan hasil, yaitu lebih baik dari sebelumnya. Penelitian tindakan kelas juga harus tersusun secara sistematis melalui beberapa prosedur – prosedurnya. Ide yang dicobakan dalam penelitian tindakan kelas harus cemer;lang dan guru sangat yakin bahwa hasilnya akan lebih baik prosedurnya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian penelitian tindakan kelas?
2.      Bagaimana prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas?






BAB III
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas terdiri atas tiga kata yaitu, penelitian, tindakan dan kelas. Dikarenakan ada tiga kata yang membentuk pengertian tesebut maka ada tiga pula pengertian yang dapat kita jelaskan.
1.      Penelitian adalah suatu kegiatan mengamati objek dan mencari suatu permasalahan dengan menerapkan dan menggunakan urutan, metode atau aturan – aturan metodologi, guna untuk memperoleh suatu informasi dan data yang relevan.(Arikunto,dkk,2008:2)
“penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta – fakta atau prinsip – prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru  dan menaikkan tingkat ilmu dan teknologi”. (Hadi dan Haryono,1998:39)

Penelitian adalah suatu suatu proses yang disusun secara sistematis untuk yang dilakukan dengan berpedoman pada ,metode – metode ilmiah yang ada. (Emzir,2012: 3)

2.      Tindakan adalah suatu kegiatan yang sengaja di lakukan untuk menyelesaikan suatu persoalan ataupun permasalahan. (Arikunto,dkk,2008:3)
Tindakan adalah perbuatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah dan tahap ini termasuk dalam rangkaian siklus kegiatan.(Aqib,2009:12)
3.      Kelas adalah sekelompok siswa yang belajar di waktu yang sama, terdapat aktivitas pembelajaran didalammnya, dan siswa menerima materi pelajaran oleh guru yang sama. (Arikunto,2006:91)

Penelitian tindakan kelas merupakan suatu kegiatan penelitian yang dasar permasalahannya kita temukan di dalam kelas, dan dapat dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan yang menemukan kesulitan – kesulitan tersebut, sehingga opini di luar mengatakan bahwa sulit membenarkan jika ada anggapan yang mengatakan bahwa suatu permasalah dalam penelitian tindakan kelas hanya diperoleh dari lamunan atau persepsi seorang peneliti. (Arikunto,dkk,2008:104)
Dari uraian diatas dapat diartikan bahwa penelitian tindakan adalah bentuk pemeriksaan dan penelusuran yang dilakukan seorang guru pada suatu kelas dalam proses pembeelajaran yang bersifat partisipatif (keikutsertaan, peran serta atau keterlibatan dengan keadaan lahiriahnya), kolaboratif (kerjasama, interaksi dan kompromis beberapa elemen yang terkait) dan spiral {perencanaan, pengambilan dan pengumpulan data). (Arikunto,dkk,2008:104)

B.     Prosedur Penelitian Tindakan Kelas

PTK merupakan proses pencarian atau pengkajian untuk menemukan suatu masalah yang terdapat pada suatu kelas dengan menggunakan teknik atau sistem daur ulang dari berbagai proses kegiatan yang ada ”. (Tahir,2011:86)

“Daur ulang dalam penelitian tindakan kelas diawali dengan kegiatan planning  (perencanaan tindakan), acting (penerapan tindakan), observing (mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan), dan reflecting (melakukan refleksi)”. (Arikunto,dkk,2008:104)

Hubungan antara keempat kegiatan diatas tersebut menunjukkan sebuah siklus atau sistem daur ulang yaitu bahwa penelitian tindakan dilaksanakan bukan hanya sekali melainkan berulang – ulang sampai peneliti merasa puas, dan hal inilah yang merupakan ciri khas dari penelitian tindakan kelas.(Arikunto,2006:92)
Salah satu hal yang menarik untuk kita bahas adalah bagaimana langkah-langkah praktis prosedur penelitian tindakan kelas. Dalam melaksanakan penelitian harus melalui beberapa prosedur atau langkah – langkah dalam melakukan penelitian, begitupun penelitian tindakan kelas terdapat beberapa prosedur yang terdiri atas beberapa kegiatan pokok, yaitu planning, acting, observing dan reflecting. Kegiatan di atas merupakan awal siklus kegiatan dalam memecahkan masalah.  Apabila pada kegiatan awal ini, siklus tidak menunjukkan perubahan kearah yang lebih baik, maka kegiatan penelitian dilanjutkan pada siklus lanjutan sampai peneliti dapat mendapatkan hasil yang terbaik. (Arikunto,dkk,2008:117)
Berikut ini adalah penjelasan dari masing – masing langkah kegiatan:
1.      Planning
Dalam bahasa inggris planning artinya perencanaan. Perencanaan dalam setiap siklus disusun untuk pelaksanaan perbaikan dalam pembelajaran di kelas. Didalam perencanaan tidak hanya tidak hanya berisi tujuan atau kompetensi yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran melainkan seorang guru harus menunjukkan secara lebih spesifik lagi perlakuan khusus seorang guru dalam proses pembelajaran dan perencanaan yang merupakan pedoman bagi guru seutuhnya dalam proses pembelajaran. (Sanjaya,2010:78)  
Kegiatan planning terdiri dari, identifikasi masalah, perumusan masalah dan analisis penyebab masalah dan pengembangan intervensi.

a.       Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan langkah awal dalam setiap tahapan penelitian. Oleh karena itu, identifikasi masalah merupakan tahap kualitas masalah yang akan kita teliti. Masalah yang kurang teridenfikasi dapat membuang – buang waktu karena penelitian tersebut tidak mendapat hasil yang bermanfaat. (Arikunto,dkk,2008:118)
Suatu langkah awal yang penting dalam memecahkan suatu masalah adalah kita harus mengenali masalah itu secara mendalam agar dapat menemukan masalah yang sebenarnya. Identifikasi masalah dalam penelitian tindakan kelas hendaknya dilaksanakan secara kolaboratif(penelitian dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang melakukan tindakan). (Arikunto,dkk,2008:122)
“dalam penelitian kolaborasi, pihak yang melakukan tindakan adalah guru itu sendiri, sedangkan yang diminta melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses tindakan  adalah peneliti, bukan guru yang sedang melalukan tindakan. Kolaborasi juga dapat dilakukan oleh dua orang guru, yaitu dengan cara bergantian mengamati. Ketika sedang mengajar dia adalah seorang guru; ketika dia sedang mengamati, dia adalah seorang peneliti”.( (Arikunto,dkk,2008:17)

Semua peserta PTK harus bekerja sama dalam menemukan masalah ataupun fakta – fakta yang terjadi pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung. Semua peserta PTK mengumpulkan bukti atau fakta – fakta baik positif ataupun negatif. Fakta positif dapat didapatkan melalui siswa, guru, dokumen, lingkungan di sekolah dan lainnya. Dari fakta – fakta yang positif semua anggota tim PTK dapat mengemukakan pendapatnya dan menganalisis fakta-fakta negatifnya dan dari sekian fakta negatif yang mereka dapatkan maka peneliti kemudian menyeleksi fakta negatif tersebut dilapangan apakah fakta negatif tersebut benar – benar fakta atau sekedar opini dan asumsi belaka. (Arikunto,dkk,2008:122)
Tidak semua masalah pendidikan dapat memakai penelitian tindakan kelas (classroom action research). Dalam memecahkan suatu masalah juga diperlukan langkah – langkah yang sistematis  dan rasional. Untuk itu ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menemukan suatu masalah dalam yang dapat menggunaan peneltian tindakan kelas.
1.      Masalah  harus riil dan on the job problem oriented artinya masalah tersebut berada di bawah wewenang seorang guru untuk mencari solusi dari suatu masalah yang ada pada pengalaman seorang guru melalui kegiatan sehari – harinya,  bukan menurut pengalaman orang lain. (Arikunto,dkk,2008:118)
2.      Masalah harus problematik (masalah perlu dipecahkan). Tidak semua masalah di dalam pembelajaran yang nyata atau riil adalah termasuk dalam masalah – masalah yang problematik, karena: (a) masalah tersebut kurang mendapatkan dukungan dari sumber – sumber yang terpercaya dan juga sarana prasarana.( Arikunto,dkk,2008:118)
3.      Masalah harus memberkan manfaat yang jelas, artinya pemecahan masalah yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata. (Arikunto,dkk,2008:119)
4.      Masalah PTK harus feasible (dapat ditemukan pemecahannya dan masalah tersebut dapat ditangani). Tidak semua penelitian itu dapat dikatakan feasible. (Arikunto,dkk,2008:119)

b.      Perumusan Masalah dan Analisis Penyebab Masalah
Setelah mengidentifikasi masalah, masalah tersebut kemudian dirumuskan ke dalam kalimat pertanyaan dengan memperhatikan kata tanya what, when, who, where, why, how much, agar masalah tersebut dapat dengan mudah dimengerti. (Arikunto,dkk,2008:119)
Contoh masalah yaitu minat dan aktivitas belajar siswa terhadap mata pelajaran kimia rendah. Masalah ini dapat dirumuskan lebih spesifik lagi yaitu, lebih dari 75 % siswa kelas 2 SMP Negeri 12 pada tahun 2012 minat dan aktivitas belajar terhadap pelajaran kimia rendah. (Arikunto,dkk,2008:123)
Dalam buku Arikunto dkk (2008:123),  jika rumusan tersebut dijabarkan maka dapat dilihat sebagai berikut:
1.      Apa yang menjadi masalah;
2.      Siapa yang mengalami masalah ini;
3.      Dimana masalah ini terjadi;
4.      Kapan masalah tersebut terjadi;
5.      Berapa banyak siswa yang mengalami masalah ini
Dari penjabaran rumusan masalah secara spesifik maka akan dengan mudah kita menyelusuri penyebab timbulnya suatu masalah. Berdasarkan  penjabaran rumusan masalah diatas, maka dapat dengan mudah kita menelusuri dasar penyebab timbulnya masalah tersebut menggunakan komponen – komponen yang ada dalam rumusan masalah. (Arikunto,dkk,2008:123)
Analisis penyebab masalah (probable causes) merupakan tahap yang kedua dalam planning yang harus dilakukan. Setelah kita menemukan masalah riil, problematik, bermanfaat dan dapat dipecahkan, tahap berikutnya adalah menganalisis penyebab utama timbulnya masalah tersebut. Untuk menemukan penyebab masalah tersebut maka peneliti dapat melakukan teknik pengumpulan data yaitu, mengembangkan angket, mewawancarai siswa, dan melakukan pengamatan langsung di kelas. (Arikunto,dkk,2008:120)

c.       Pengembangan intervensi
Pengembangan intervensi adalah tahap ketiga dalam planning yang juga perlu untuk diperhatikan. Intervensi juga perlu dikembangkan berdasarkan penyebab masalah itu. Jika memilih intervensi hendaknya mendapatkan dukungan dari sumber daya yang ada. Untuk memilih intervensi yang kita kembangkan peneliti harus berpikir dan melakukan kolaborasi. (Arikunto,dkk,2008:121)

2.      Acting (pelaksanaan tindakan)
Pelaksanaan tindakan adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Perlakuan yang dilakukan seorang guru diarahkan sesuai dengan perencanaan. Tindakan merupakan upaya yang guru lakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Tindakan bukan hanya sekedar rekayasa namun tindakan dilaksanakan sesuai dengan program pembelajaran. (Sanjaya,2010:79)
Pelaksanaan tindakan yaitu sebuah rangkaian proses mengenai aktualisasi ide-ide atau penerapan suatu rancangan mengenakan tindakan kelas. (Arikunto,2006:99)
Action (intervensi) dilakukan oleh seorang peneliti untuk memperbaiki suatu masalah yang ada dalam penelitian tindakan kelas tersebut. Pada tahap ini guru mengambil fungsinya dalam permberdayaan siswa, sebagai agen perubahan bagi guru itu sendiri dan juga kelas. Dalam melakukan kegiatan pengubahan atau perbaikan atas metode tindakan di dalam kelas maka seorang peneliti harus mempunyai alasan yang logis bukan sekedar opini dan juga ada kesepakatan bersama dengan pihak – pihak yang ada. Untuk mengatasi kemungkinan – kemungkinan timbulnya kelemahan – kelemahan dalam pelaksanaan tindakan maka peneliti perlu merancang kegiatan persiapan dalam perencanaan secara efektif dan sistematis agar pelaksanaan tidak menemui kesulitan pada prosesnya nati. (Arikunto,dkk,2008:126).

3.      Observing (observasi)
Observasi dapat diartikan sebagai suatu cara pengumpulan data berdasarkan pengalaman dan pencacatan yang tersusun secara sistematis terhadap kejanggalan – kejanggalan yang ada dalam proses penelitian . (Hadi dan Haryono,1998:129)
Observasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan penyusunan tindakan sebelumnya. Dalam mengumpulkan berbagai informasi tugas observer adalah mencatat kelebihan dan kelemahan – kelemahan dalam pelaksanaan tindakan. Hasil dari catatan observer dapat dijadikan sebagai masukan – masukan terhadap guru untuk melakukan kegiatan refleksi untuk penyusunan rencana ulang untuk melangkah ketahap siklus berikutnya. (Sanjaya,2010:79)

4.      Reflecting (refleksi)
Refleksi adalah kegiatan melihat dan mengamati kekurangan – kekurangan yang guru lakukan dalam tindakan. Refleksi dilakukan dengan mengadakan kerjasama dan diskusi dengan observer yang biasa dilakukan oleh sesama teman atau rekan dari LPTK. Dari hasil refleksi, jika ada kekurangan – kekurangan maka guru dapat menjadikan kekurangan itu sebagai dasar dalam penyusunan rencana ulang . (Sanjaya,2010:80)
Refleksi adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mengingat dan merenungkan kembali suatu tindakan seperti yang telah dicatat pada tahap observasi. Pada tahap ini guru sebagai peneliti berusaha memahami proses, masalah, persoalan, kendala yang nyata dalam tindakan strategi dan juga memahami persoalan pembelajaran dan keadaan kelas dimana pembelajaran tersebut dilaksanakan. (Arikunto, dkk, 2008:133)
Refleksi adalah suatu tahap pengulangan kembali atas apa yang telah dilakukan (Suryadi, 2012 :64)





BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Penelitian tindakan kelas merupakan suatu kegiatan penelitian yang dasar permasalahannya kita temukan di dalam kelas, dan dapat dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan yang menemukan kesulitan – kesulitan tersebut, sehingga opini diluar mengatakan bahwa sulit membenarkan jika ada anggapan yang mengatakan bahwa suatu permasalah dalam penelitian tindakan kelas hanya diperoleh dari lamunan atau persepsi seorang peneliti.
Dalam melaksanakan penelitian harus melalui beberapa prosedur atau langkah-langkah dalam melakukan penelitian, begitupun penelitian tindakan kelas terdapat beberapa prosedur yang terdiri atas beberapa kegiatan pokok, yaitu planning (perencanaan), acting (tindakan), observing (observasi) dan reflecting (refleksi).
B.     Saran

 


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suhardjono, Supardi, 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:PT Bumi Aksara
Amirul, Haryono,1998. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Arikunto, Suharsini, 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta
Aqib, Zanal, 2009. Penelitian Tindakan kelas. Bandung : Yrama Widya
Emzir, 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina, 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:  Prenada Media Group
Suryadi, 2012. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta: Diva Press
Tahir, Muh, 2011. Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan.Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.




1 komentar: