Selasa, 06 November 2012

TUGAS 1 (PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN)


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
       Penelitian bukanlah hanya milik orang-orang yang menekuni bidang ilmu saja, akan tetapi seiap bidang ilmu dapat melakukan penelitian, bahkan setiap orang hendaknya dibiasakan untuk melakukan penelitian. Suatu ilmu akan dapat berkembang secara ilmiah melalui penelitian. Oleh karena itu siapa yang ingin meningkatkan hasil pekerjaannya dibidang apapun termasuk pendidikan maka penelitian sangat diperlukan.
       Penelitian sangat diperlukan untuk memecahkan suatu permasalahan baik yang dihadapi oleh seseorang maupun kelompok atau lembaga. Dengan demikian sikap untuk terbiasa meneliti, hendaknya dipupuk padabsetiap orang sejak dini. Secara formal hal tersebut menjadi tugas para pendidik. Oleh karena itu para pendidik selain bertugas menyampaikan materi, juga dituntut untuk meningkatkan kemampuan anak didiknya untuk: 1. Menjadi manusia-manusia penganalisis yang memiliki kemampuan penalaran 2. Mampu menyajikan pengalaman belajar yang menumbhkan sikap, kemampuan, dan keterampilan meneliti.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian metodologi penelitian pendidikan?
2.      Sebutkan jenis-jenis metodologi penelitian pendidikan?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metodologi Penelitian Pendidikan
“Metode berasal dari bahasa Yunani yakni methodos yang dimaksud adalah cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya” (Rosdy Ruslan: 2003)
“Hadi: 1987) mengungkapkan Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah (Emzir: 2007). Penelitian sebagai aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan” (Hamidi: 2007)
Menurut uraian diatas Metodologi penelitiaan adalah ilmu membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
Metodologi berarti ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah disebutkan sebelumnya. Penelitian dapat diartikan sebagai semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu dan teknologi. Penelitan pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan secara sistematis, logis, dan berencana untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan data dengan menggunakan metode tertentu untuk mencari jawaban atas permasalahan yang timbul dalam bidang pendidikan. Jadi metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat di temukan, dikembangkan, dan dapat dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan. (Sugiono: 2009)
B. Jenis-Jenis Metodologi Penelitian Pendidikan
1.      Penelitian Eksperimental
       Penelitian eksperimental merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang paling penuh, dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab akibat. Pendektan penelitian ini banyak digunakan dalam penelitian-penelitian sains atau ilmu kealaman, seperti fisika, kimia maupun biologi hamper seluruhnya ditunjukkan untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab-akibat dari beberapa hal atau variable. Penelitian eksperimental merupakan pendekatan penelitian yang cukup khas, kekhasan tersebut diperlihatkan oleh dua hal, pertama menguji secara langsung pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain, kedua menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. (Sukmadinata, 2011: 194)

2.      Penelitian Korelasional.
       Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara dua variable.  Misalnya: Seorang guru matematik ingin mengetahui individu yang bagaimana yang sering mengalami kesulitan dalam mempelajari aljabar. Bila kita dapat memprediksi secara tepat, maka kita dapat menganjurkan saran koreksi terhadap guru tersebut untuk menggunakan metode tertentu, sehingga anak senang belajar aljabar. Untuk itu kita perlu mengumpulkan sejumlah informasi yang diperkirakan ada kaitannya dengan konsep aljabar seperti kinerja siswa dalam tugas logik mempelajari konsep aljabar (kemampuan menghitung, pemahaman konsep matematika, memecahkan soal-soal), kemampuan verbal, kebiasaan belajar, pengalaman siswa dalam belajar matematika atau pengalaman dengan guru matematika, dan informasi lain yang menyebabkan adanya siswa yang senang pelajaran aljabar, dan siswa yang membenci pelajaran aljabar. (Sofa: 2011)
3.      Penelitian Kausal Komparatif
       Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki akibat dari perbedaan diantara kelompok atau orang-orang. Misalnya guru ingin membandingkan apakah hasil belajar siswa dari keluarga dengan orang tua tunggal (single parent) lebih buruk dari pada siswa dari keluarga utuh. Untuk menyelidiki hal ini, guru harus memilih secara sistematis dua kelompok siswa (orang tua tunggal dan orang tua lengkap)  yang sesungguhnya (bukan manipulasi). Setelah itu guru membandingkan hasil belajar mereka. Setelah nyata berbeda, guru tidak boleh segera menyimpulkan bahwa situasi keluarga mempengaruhi prestasi belajar siswa, sebab masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dalam contoh ini, guru tidak mengetahui (1) bahwa perbedaan prestasi mungkin disebabkan karena situasi rumah (2) status orang tua juga dapat menyebabkan perbedaan prestasi (3) adanya faktor lain yang berpengaruh. (Sofa: 2011)
4.      Penelitian Survei
       Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang menentukan sifat spesifik dari suatu. Kesulitan penelitian survey adalah (1) ada keraguan terhadap jawaban yang diberikan; apakah murni/jujur, tidak asal-asalan (2) pengembalian semua kuesioner secara lengkap agar dapat dianalisis dengan benar. Manfaat dari penelitian survey adalah kemungkinan memperoleh sejumlah informasi dari sampel besar. Jika peneliti mengharapkan jawaban yang lebih rinci, maka dapat dilakukan melalui wawancara. Keuntungan wawancara adalah dapat membuat pertanyaan terbuka (melalui daftar pertanyaan), sehingga dapat diperoleh jawaban yang rinci dan mendalam. (Sofa: 2011)


5.      Penelitian Kualitatif
       Penalitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian kualitatif bersifat induktif: peneliti membiarkan permasalahan-permasalahan muncul dari dta atau dibiarkan terbuka untuk interpretasi. Data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deskripsi dalam konteks yang mendetil disertai catatan hasil wawancara yang mendalam, serta hasil analisis dokumen dan catatan-catatan. (Sukmadinata, 2011: 60)
6.      Penelitian Sejarah
       Penelitian ini berkaitan dengan aspek yang terjadi di masa lalu. Data diperoleh melalui penelitian dokumen, atau wawancara dengan individu yang hidup pada masa itu. Penelitian ini berupaya untuk merekonstruksi setepat mungkin tentang apa yang terjadi pada masa itu dan menjelaskannya. Misalnya, Seorang koordinator kurikulum di sekolah, ingin mengetahui tentang argumentasi yang terjadi di masa lalu tentang kurikulum kelas 12. Untuk itu ia harus membaca berbagai hasil penelitian sosial dan teori kurikulum yang kemudian perlu diperbandingkan. (Sofa: 2011)

7.      Penelitian Tindakan kelas
       Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bersifat situasional, berkaitan dengan mendiagnosis masalah dalam konteks tertentu, misalnya masalah di kelas atau di sekolah. Masalah berangkat dari praktek pembelajaran sehari-hari yang benar-benar dirasakan oleh guru atau siswanya. Kemudian diupayakan penyelesaiannya demi peningkatan mutu pendidikan, prestasi siswa, profesi guru, dan mutu sekolahnya dengan jalan merefleksi diri sebagai praktisi dalam pelaksanaan tugas-tugasnya dan sekaligus secara sistematik meneliti praksisnya sendiri.
       Penelitian tindakan kelas merupakan upaya kolaboratif antara guru dengan siswanya, bersifat “self evaluative yaitu modifikasi praksis yang dilakukan secara kontinyu dan dievaluasi dalam situasi yang terus berjalan di samping memperbaiki praksis pembelajarannya. (Sofa: 2011)






BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
       Metodologi penelitiaan adalah ilmu membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
       Jenis-jenis metodologi penelitian antara lain yaitu penelitian eksperimental, penelitian korelasional, penelitian kausal komparatif, penelitian survey, penelitian kualitatif, penelitian sejarah, dan penelitian tindakan kelas.
B. Saran
       Untuk menyempurnakan makalah ini perlu kritik dan saran dari teman-teman yang sifatnya membangun demi untuk kesempurnaan makalah selanjutnya agar menjadi lebih baik.

           



DAFTAR PUSTAKA
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remana Rosdakarya
Hamidi. 2007. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: UMM Press.      (http://spupe07.wordpress.com/2009/12/01/konsep-metodologi-penelitian/). 17  Oktober 2012
Hadi, Sutrisno. 1987. Metodologi Research. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. (http://spupe07.wordpress.com/2009/12/01/konsep-metodologi-penelitian/). 17  Oktober 2012
Ruslan, Rosdy. 2003. Metode Penelitian Publik. Surabaya: PT Raja Grafindo Persada. (http://spupe07.wordpress.com/2009/12/01/konsep-metodologi-penelitian/). 17  Oktober 2012
Emzir. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. (http://spupe07.wordpress.com/2009/12/01/konsep-metodologi-penelitian/). 17  Oktober 2012
Sugiono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. (http://mbegedut.blogspot.com/2010/11/metode-penelitian-pendidikan.html)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar